Skip to main content

Meraih Impian Menggapai Asa


Masa depan gemilang tidaklah dibangun dengan angan-angan, tidak pula dengan diam berlepas tangan, melainkan dijemput dengan perjuangan yang dilandasi keimanan, digerakkan pemikiran dan tsaqâfah mustanîrah (cemerlang), dan ditopang himmah ‘âliyyah (tekad yang tinggi). Ali bin Abi Thalib r.a. bertutur:
«عُلُوُّ الهِمَّةِ مِن الإِيْمَانِ»
“Tingginya himmah, bagian dari keimanan” Al-Himmah itu sendiri, menurut Abu Hilal al-‘Askari (w. 395 H) dalam Mu’jam al-Furûq al-Lughawiyyah (hlm. 558) menggambarkan besarnya al-hamm (tekad) terhadap sesuatu, dimana al-hamm digambarkan al-‘Askari:
الفكر في إزالة المكروه واجتلاب المحبوب
“Pemikiran untuk menghalau hal yang dibenci dan upaya keras mewujudkan apa yang dikehendaki.” Bukan sekedar klaim, sifat ini harus tampak nyata, terejawantahkan dalam konsistensi terhadap aktivitas dakwah, tetap berdiri menghadapi berbagai rintangan yang menghadang, pantang mundur ke belakang, “sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai”. Merealisasikan perintah-Nya:

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ {١٥٩}
“…Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkalah kepada Allah..” (QS. Âli ‘Imrân [3]: 159) Mencakup himmah meraih impian, menggapai asa (pengharapan) terbitnya kembali fajar kebangkitan kaum Muslim, dengan melanjutkan kembali kehidupan Islam. [] ***** Instagram Cinta Quran Center : https://www.instagram.com/cintaqurancenter/ https://www.instagram.com/cintaqurancenter/ https://www.instagram.com/cintaqurancenter/ Facebook Cinta Quran Center :
https://www.facebook.com/cintaqurancenter https://www.facebook.com/cintaqurancenter https://www.facebook.com/cintaqurancenter Youtube Cinta Quran Center : https://www.youtube.com/c/CintaQuranCenter https://www.youtube.com/c/CintaQuranCenter https://www.youtube.com/c/CintaQuranCenter Alamat Pesantren Cinta Quran Center : Jl. Kucica IX Blok JF 9 No. 5, Pd. Pucung, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15229 #CintaQuranCenter #Ma'hadPendidikanDa'iQur'an #CQC

Comments

Popular posts from this blog

Buku Menarik "Risalah Nikah & Walimah"

"RISALAH NIKAH & WALIMAH" Dilengkapi dengan Sajian Kitab Kuning (Turats) & Ilmu Kesehatan Reproduksi Pra Nikah Ikhwah fillah, bi fadhliLlahi Ta'ala wa bi tawfiqihi,  telah terbit buku Risalah Nikah & Walimah, menggambarkan kajian turats menyoal topik-topik pernikahan dan syari'at walimah dalam Islam, berikut ilmu menyoal Kesehatan Reproduksi Pra Nikah, ditulis bersama istri yang berlatarbelakang pendidikan kebidanan. Sajian menyoal fikih walimah, penyusun uraikan dalam bentuk soal jawab, disertai ibarat kitab kuning (turats), dipercantik dengan berbagai gambaran walimah syar'i. Daftar Isi Buku: Bab I Keagungan Pernikahan & Hidup Berpasang-Pasangan Bab II Tuntunan Agung Menjemput Pasangan Idaman Bab III Buah Pernikahan; Sakînah, Mawaddah dan Rahmah Bab IV Walimah Nikah Sesuai Syari'ah Bab V Sunnah Mulia; Do'a Pengantin Bab VI Tips Kesehatan Reproduksi Pra Nikah   Info & Pemesanan: wa.me/6285735533668

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhâm al-Islâm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl â hu 'anhu - : أَنّ النَّبِيَّ  -صل

Balaghah Hadits [4]: Ganjaran Agung Menghidupkan Sunnah Kepemimpinan Islam

Kajian Hadits: Man Ahya Sunnati Oleh: Irfan Abu Naveed [1] S alah satu dalil al-Sunnah, yang secara indah menggambarkan besarnya pahala menghidupkan sunnah, termasuk di antaranya sunnah baginda Rasulullah ﷺ dalam hal kepemimpinan umat (imamah) adalah hadits dari Anas bin Malik r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:   «مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ» “Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia telah mencintaiku, dan siapa saja yang mencintaiku, maka ia bersamaku menjadi penghuni surga.” (HR. Al-Tirmidzi, al-Marwazi, al-Thabarani, al-Lalika’i, Ibn Baththah dan Ibn Syahin) Keterangan Singkat Hadits HR. Al-Tirmidzi dalam Sunan- nya (no. 2678, bab بَابُ مَا جَاءَ فِي الأَخْذِ بِالسُّنَّةِ وَاجْتِنَابِ البِدَعِ ), ia berkata: “Hadits ini hasan gharib dari jalur ini.”; Abu Abdillah al-Marwazi dalam Ta’zhîm Qadr al-Shalât (no. 714); Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Awsath (no. 9439); Al-Lalika’i d