21 July 2020

Rajin Pacaran, Menikah Enggan, Perlu Diruqyah?

[REUPLOAD: Indonesia Tanpa Pacaran]

Ngaji Online Bareng Indonesia Tanpa Pacaran:

"RAJIN PACARAN, MALAS MENIKAH. APA PERLU DIRUQYAH?"

Agenda "QURBANKU, PERJUANGANKU" bersama #IndonesiaTanpaPacaran selanjutnya menghadirkan Ustadz Irfan Abu Naveed, M.Pd.I, seorang Dosen Fiqih -Bahasa Arab, Penulis, Pengkaji Tafsir serta Balaghah Al-Qur'an dan Praktisi Ruqyah Syar'iyyah. Beliau akan membawakan materi dengan tema "RAJIN PACARAN, MALAS MENIKAH. APA PERLU DIRUQYAH?"

Kajian ini diselenggarakan pada:

Hari, Tanggal: Sabtu, 11 Juli 2020
Waktu: 16.00 WIB / 17.00 WITA / 18.00 WIT

Live On Youtube: Link Kajian



03 July 2020

Koreksi Argumentatif Atas Stigma "Khilafahisme" [Bag. I]


Serial Koreksi & Bantahan Argumentatif Atas Syubhat [Sajian Singkat Padat]


Kajian Tafsir & Balaghah Ayat-Ayat al-Qur'an & Hadits-Hadits Nabawiyyah

Oleh: Irfan Abu Naveed, M.Pd.I
[Dosen Bahasa Arab-Fikih/Penulis "Konsep Baku Khilafah Islamiyyah"]

Istilah "khilafahisme" yang dipopulerkan baru-baru ini, jelas mengandung konotasi 'urfi, dengan tujuan melakukan delegitimasi dan deradikalisasi Khilafah sebagai ajaran Islam, untuk distigma, dinisbatkan kepada paham suatu kelompok tertentu (sempalan), dalam hal ini HT sebagai tertuduh, lalu dengan mudah disandingkan dengan Komunisme.

Jelas istilah ini mungkar, dan mengandung kemungkaran, wajib dibantah, mengingat suatu kata, ketika ia mengandung konotasi haqiqah 'urfiyyah yang bertentangan dengan Islam, mengandung celaan pada hukum Islam, pada Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam, termasuk deradikalisasi serta delegitimasi atasnya, jelas merupakan istilah yang haram digunakan, sebagaimana ditegaskan ulama, semisal Syaikhuna 'Atha bin Khalil Abu al-Rasytah -hafizhahullah- dalam tafsirnya.

Perbuatan buruk ini, persis seperti perbuatan Yahudi yang dicela dalam nas-nas al-Qur'an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): "Ra'ina", tetapi katakanlah: "Unzhurna", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih." (QS. Al-Baqarah [2]: 104)

مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا لَيًّا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَٰكِنْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata : "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula) : "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan) : "Raa'ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan : "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.” (QS. Al-Nisâ’ [4]: 46)

Kalimat "لَيًّا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ" ini sama persis seperti permainan di balik istilah "khilafahisme", lafal "layyan" dalam ayat ini, biasanya digunakan dalam lisan arabi untuk memotong tali, di sini digunakan untuk "lisan", mengandung kiasan yang dipinjam (majaz al-isti'arah), dahulu lafal ra'ina misalnya, disimpangkan maksudnya, "dipotong", menjadi ru'unah, di zaman ini "khilafah" jadi "khilafahisme" (dengan konotasi istilah yang sesat menyesatkan).

Maka, berhentilah membuat-buat kedustaan di balik istilah "Khilafahisme", pertanggungjawabannya berat di akhirat kelak!

Selengkapnya:
https://bit.ly/KhilafahismeAbuNaveed

Ikuti kajian-kajian menarik lainnya di Channel:
https://bit.ly/IrfanAbuNaveed

01 July 2020

Talk Show: Kajian Akhir Zaman Terbitnya Fajar Kekhilafahan Bermanhaj Kenabian



Narasumber:
1. Ust Muhammad Musa, S.S
[Tokoh Masyarakat, Pemerhati Kajian Ideologi]
2. Ust Irfan Abu Naveed, M.Pd.I
[Penulis & Pemerhati Kajian Tafsir & Balaghah al-Qur'an]
3. Ust Mukhlis Ali
[ Pengasuh Majelis Mafahim Sukabumi ]

Hari & Tanggal:
Rabu, 01 Juli 2020

Waktu:
20.00 wib s.d. Selesai

Tempat:
1. Online Zoom:

Meeting ID: 823 6796 3817
Password: 721346

2. Live Streaming Youtube:
Kajian ini diupload ulang di Channel Youtube Irfan Abu Naveed

Silahkan disebarkan, diviralkan dan diikuti ya ikhwah, semoga menjadi amal jariyyah. []

وفقنا الله وإياكم فيما يرضاه ربنا ويحبه