Skip to main content

Mengukuhkan Ajaran Islam, Khilafah, Di Tengah Virus Liberalisasi Pemikiran Saat Pandemi Covid-19


_Ngaji Online Khilafah :: Ngaji Turats Ulama Ahlus Sunnah wa al-Jama'ah_

*MENGUKUHKAN AJARAN ISLAM, KHILAFAH, DI TENGAH VIRUS LIBERALISASI PEMIKIRAN SAAT PANDEMI COVID-19*
_Kajian Ushuli, Balaghi & Turats Ulama Ahlus Sunnah wa al-Jama'ah_

*Muqadimah*

Al-Khilafah, semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat, ditandai oleh semakin meluasnya sambutan umat atasnya, relevan dengan kejelasannya sebagai bagian dari ajaran Islam yang mulia, tersurat dan tersirat dalam al-Qur'an dan sunnah semulia-mulianya insan, Nabiyullah al-Mushthafa Muhammad , ditegaskan kefardhuannya sebagai konsensus para sahabat _radhiyallahu 'anhum_, diikuti konsensus Ulama Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah dalam turats mereka yang berharga.

Namun sayang beribu sayang, di tengah gencarnya dakwah penegakkan syari'at Islam dan Khilafah, kaum Muslim masih dihadapkan pada penyesatan opini menyoal Khilafah sebagai bagian dari proyek liberalisasi pemikiran. Lafal al-Khilafah yang disebutkan hadits nabawi pun distigma sebagai "virus", padahal yang mulia baginda Rasulullah menyebutkannya dengan sifat bermanhajkan kenabian, menyiratkan adanya konsepsi syar'i dan pujian, dari Hudzaifah bin al-Yaman r.a., Rasulullah bersabda:

«ثُمَّ تَكُوْنُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»
“Kemudian akan ada kembali Khilâfah di atas manhaj kenabian.” (HR Ahmad, al-Bazzar, Abu Dawud al-Thayalisi)

Maka, bertolak pada kecintaan kami pada sunnah yang mulia baginda Rasulullah , yang wajib dibuktikan dengan membela sunnahnya, termasuk sunnah dalam persoalan kepemimpinan (al-Imamah al-'Uzhma), sebagaimana pesan Rasulullah yang bersabda:  

«مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ»
“Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia telah mencintaiku, dan siapa saja yang mencintaiku, maka ia bersamaku menjadi penghuni Jannah-Nya.” (HR. Al-Tirmidzi, al-Thabarani)

Maka, dengan suka cita kami mempersembahkan:

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*MENGUKUHKAN AJARAN ISLAM, KHILAFAH, DI TENGAH VIRUS LIBERALISASI PEMIKIRAN SAAT PANDEMI COVID-19*
_Kajian Ushuli, Balaghi & Turats Ulama Ahlus Sunnah wa al-Jama'ah_

_Topik Diskusi & Narasumber:_

*1. Kritik Paradigmatik Atas Liberalisasi Pemikiran Menyoal Khilafah*
Oleh: Ust Irfan Abu Naveed, M.Pd.I (Dosen Fikih Siyasah, Penulis Buku _Konsep Baku Khilafah Islamiyyah_)

*2. Khilafah dalam Al-Qur'an & Al-Sunnah*
Oleh: KH Yasin Muthahhar (Mudir Ponpes Al-Abqary)

*3. Khilafah dalam Ijma' Sahabat*
Oleh: Gus Azizi Fathoni (Da'i Muda, Khadim Kuttab Tahfizh al-Utrujah Malang, Penulis)

*4. Khilafah dalam Fikih Lintas Madzhab*
Oleh: Dr. Muhammad Azwar Kamaruddin, Lc., MA (Pakar Fikih Perbandingan, Alumni S1-S3 Al-Azhar Kairo)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

_Hari, Tanggal:_
*Sabtu, 20 Juni 2020*

_Waktu:_
*13.00 WIB s.d. Selesai*

_Tempat_:
Online ZOOM & Live Youtube:
1. Link Zoom:
Meeting ID: 2994634225
Password: KHILAFAH

2. Live Streaming Youtube:
Channel Youtube Teman Hijrah Community:
Link Live Streaming: Acara Teman Hijrah Community

**********

LIKE & SUBSCRIBE:

Kajian ini, akan di upload ulang di:
Channel Irfan Abu Naveed: Channel Kajian Islam

Silahkan disebarkan, diviralkan dan diikuti ya ikhwah, semoga menjadi amal jariyyah. []

وفقنا الله وإياكم فيما يرضاه ربنا ويحبه

Comments

Popular posts from this blog

Buku Menarik "Risalah Nikah & Walimah"

"RISALAH NIKAH & WALIMAH" Dilengkapi dengan Sajian Kitab Kuning (Turats) & Ilmu Kesehatan Reproduksi Pra Nikah Ikhwah fillah, bi fadhliLlahi Ta'ala wa bi tawfiqihi,  telah terbit buku Risalah Nikah & Walimah, menggambarkan kajian turats menyoal topik-topik pernikahan dan syari'at walimah dalam Islam, berikut ilmu menyoal Kesehatan Reproduksi Pra Nikah, ditulis bersama istri yang berlatarbelakang pendidikan kebidanan. Sajian menyoal fikih walimah, penyusun uraikan dalam bentuk soal jawab, disertai ibarat kitab kuning (turats), dipercantik dengan berbagai gambaran walimah syar'i. Daftar Isi Buku: Bab I Keagungan Pernikahan & Hidup Berpasang-Pasangan Bab II Tuntunan Agung Menjemput Pasangan Idaman Bab III Buah Pernikahan; Sakînah, Mawaddah dan Rahmah Bab IV Walimah Nikah Sesuai Syari'ah Bab V Sunnah Mulia; Do'a Pengantin Bab VI Tips Kesehatan Reproduksi Pra Nikah   Info & Pemesanan: wa.me/6285735533668

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhâm al-Islâm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl â hu 'anhu - : أَنّ النَّبِيَّ  -صل

Mendudukkan Hadits “Aku Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak yang Mulia” (Part. I)

Oleh: Irfan Abu Naveed, M.Pd.I A.   Mukadimah Di zaman ini umat islam seringkali disuguhkan dengan berbagai syubhat yang cukup mengkhawatirkan karena merusak pemahaman dan lebih jauh lagi amal perbuatan. Dan di antara syubhat yang berbahaya dan nyata bahayanya adalah kekeliruan memahami hadits-hadits yang mulia untuk menjustifikasi pemahaman yang salah sehingga malah bertentangan dengan maksud dari hadits-hadits itu sendiri, menjauhkan umat dari perjuangan menegakkan syari’at Islam kâffah dalam kehidupan. Di antaranya hadits-hadits yang berkaitan dengan diutusnya Rasulullah – shallallâhu ‘alayhi wa sallam - untuk menyempurnakan akhlak yang mulia: إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ “ Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. ” Beberapa waktu yang lalu, dalam diskusi mengenai kitab Nizham al-Islam salah satu panelis menjadikan hadits tentang akhlak sebagai dalil untuk menolak wajibnya menegakkan Negara Islam, Khilafah Islamiyyah.