Skip to main content

Khilafah dalam Perspektif Ahlus Sunnah wa al-Jama'ah [Dari Dalil Kefardhuan Hingga Bisyarah Khilafah Akhir Zaman]


 Kajian Reupload di Channel Irfan Abu Naveed: https://bit.ly/3cdxXGx

Ikhwah fillah, silahkan disimak kajian online menyoal Khilafah yang diupload ulang di Channel Youtube "Irfan Abu Naveed", disajikan selama Ramadhan dalam empat topik menarik dan cukup komperhensif, disajikan secara ringkas padat, live zoom dan live streaming youtube selama Ramadhan 1441 H, dihiasi dengan soal jawab berbobot ilmu, bi fadhlillahi Ta'ala.  

Keempat acara ini, digagas dalam rangka membela sunnah kepemimpinan dalam Islam, al-Khilafah, dengan menyajikan sajian nikmat turats ulama ahl al-sunnah wa al-jama'ah, mengulas dalil-dalil bisyarah tegaknya Khilafah dengan ilmu alat bahasa arab (nahwu-sharaf-balaghah arabiyyah), diikuti koreksi argumentatif bernas atas berbagai syubhat terkait khilafah, hingga menjernihkan akal pikiran, menentramkan kalbu dan membuahkan keyakinan untuk istiqamah dalam perjuangan, maka kami hadirkan sajian spesial dalam topik menarik di atas, dengan menghadirkan:

Rekaman kajian online Ramadhan 1441 H, menyoal khilafah dalam perspektif ulama ahlus sunnah wal jama'ah, kajian mencakup kajian turats, kitab-kitab rujukan dari ulama muktabar, mencakup pembahasan:

1. Dalil-Dalil Kefardhuan Menegakkan al-Khilafah :: 
2. Dalil-Dalil Kebakuan Khilafah 
3. Koreksi Atas Syubuhat Menyoal Khilafah 
4. Bisyarah Khilafah Nubuwwah di Akhir Zaman & Bisyarah Tegaknya Khilafah Al-Imam Al-Mahdi di Akhir Zaman

Narasumber:
Ust. Irfan Abu Naveed, M.Pd.I
(Dosen Fikih-Bahasa Arab, Penulis Buku "Konsep Baku Khilafah Islamiyyah", Pengkaji Balaghah Al-Qur'an & Hadits Nabawi).

Selengkapnya di sini:
*1. Khilafah dalam Perspektif Ulama Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah [Kajian Turats]*
Link: Kajian I



*2. Diskursus Dalil Dalil Kefardhuan Khilafah & Koreksi Atas Berbagai Syubhat*
Link: Kajian II

*3. Kajian Akhir Zaman: Bisyarah Rasulullah Tegaknya Khilafah Nubuwwah*
Link: Kajian III


*4. Kajian Akhir Zaman: Bisyarah Rasulullah Tegaknya Kekhilafahan Al-Imam Al-Mahdi*
Link: Kajian IV


LIKE & SUBSCRIBE:

Kajian ini diupload ulang di:
Channel Irfan Abu Naveed: https://bit.ly/3cdxXGx

Silahkan disebarkan, diviralkan dan diikuti ya ikhwah, semoga menjadi amal jariyyah. []

وفقنا الله وإياكم فيما يرضاه ربنا ويحبه



Comments

Popular posts from this blog

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhâm al-Islâm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl â hu 'anhu - : أَنّ النَّبِيَّ  -صل

Soal Jawab Lam al-Ta'lil & Lam al-'Aqibah dalam Ayat-Ayat al-Qur'an

[Kajian Bahasa Arab] Soal السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Ustadz, pada materi terakhir, disebutkan لام التعليل , di kitab lain ana jumpai menggunakan istilah لام كي ، di kitab i'robul qur'an, dii'rob dengan لام العاقبة Pada ayat, فالتقطه ءال فرعون ليكون لهم عدوا و حزنا... القصص:٨ Ini ketiganya statusnya sama kan Ustadz?. Atau ada perbedaan dalam istilah tersebut? Jawaban وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته Ada perbedaan terperinci terkait dua istilah: 1- Lam al-Ta'lil ( لام التعليل ), diistilahkan pula لامُ كي , artinya ini semakna. 2. Lam al-'Aqibah ( لام العاقبةِ ). Dalam kitab Jami' al-Durus al-'Arabiyyah, Syaikh al-Adib Mushthafa al-Ghalayayni menguraikan sebagai berikut: Pertama, Lam al-Ta'lil ( لام التعليل )/Lam Kay ( لامُ كي ): لامُ كي (وتسمى لامَ التعليل أيضاً، وهي اللام الجارّة، التي يكونُ ما بعدها علةً لما قبلها وسبباً له، فيكون ما قبلها مقصوداً لحصول ما بعدها "Lam kay (dinamakan pula

Koreksi Atas Penafsiran Al-Fitnatu Asyaddu Minal Qatli, Benarkah Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan?

  Oleh: Irfan Abu Naveed D ewasa ini, kita seringkali dihadapkan dengan slogan atau ungkapan yang seakan-akan benar padahal sebaliknya, hingga ungkapan-ungkapan tersebut menjadi trend setter tersendiri khususnya bagi sebagian kaum awwam . Salah satunya adalah ungkapan “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.” Dimana ungkapan ini pun sudah tak asing di telinga kita. Lalu bagaimana pemahaman yang benar? Terlebih jika ungkapan ”fitnah lebih kejam daripada membunuh” biasanya dinukil dari ayat yang agung: {وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ}    “ Dan fitnah lebih berat daripada pembunuhan .” (QS. Al-Baqarah [2]: 191) Kata fitnah kembali diulang pada ayat setelahnya: {وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ} “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kam