11 March 2020

Catatan Ringkas [1]: Ngaji Bab Khilafah Islamiyyah [Mengenal Hakikat Khilafah]



Oleh: Irfan Abu Naveed
[Dosen Fikih Siyasah, Penulis "Konsep Baku Khilafah Islamiyyah"]

Perlu dipahami benar bahwa mushthalah Khilafah secara sharih disebutkan oleh hadits nabawi, dalam ilmu ushul fiqh, jelas ia mengandung haqiqah syar'iyyah, sebagaimana ditegaskan para ulama Islam, Imam al-Mawardi al-Syafi’i menegaskan:

الْإِمَامَةُ: مَوْضُوعَةٌ لِخِلَافَةِ النُّبُوَّةِ فِي حِرَاسَةِ الدِّينِ وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا
"Al-Imâmah: pembahasan terkait khilâfat al-nubuwwah (pengganti kenabian) dalam memelihara urusan Din ini dan mengatur urusan dunia (dengannya)."[1]

Salah satu referensi otoritatif di bidang fikih, Al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, menguraikan:

الخلافة وَهِيَ فِي الاِصْطِلاَحِ الشَّرْعِيِّ هِيَ رِئَاسَةٌ عَامَّةٌ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا نِيَابَةً عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Al-Khilafah: dalam pengertian syar’i, ia adalah kepemimpinan umum dalam urusan Din dan dunia, penganti dari kepemimpinan Nabi -shallallahu 'alayhi wa sallam-."[2]

Al-Qadhi Taqiyuddin al-Nabhani (w. 1397 H), ketika menjelaskan makna syar’i khilafah secara mapan digali dari nas-nas syar’iyyah, menuturkan:

الخلافة هي رئاسة عامة للمسلمين جميعا فى الدنيا لإقامة الأحكام الشرع الإسلامي وحمل الدعوة الإسلامية إلى العالم
“Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia, untuk menegakkan hukum-hukum syari’at Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.”[3]

Diperjelas dengan adanya khabar tegaknya kembali Khilafah di akhir zaman yang dikabarkan hadits nabawi dan ditegaskan oleh para ulama mu'tabar, Rasulullah bersabda:

«ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»
“Kemudian akan tegak Khilafah di atas manhaj kenabian.” (HR. Ahmad, Al-Bazzar)

Al-Imam al-Mulla Ali al-Qari (w. 1014 H) :

(على منهاج النبوة) أي: طريقتها الصورية والمعنوية
“(Di atas manhaj kenabian) yakni metodenya baik yang tersurat maupun tersirat”[4]

Dimana puncak kejayaan era kekhilafahan ini, ditegaskan pula oleh al-Imam Ali al-Qari, terjadi pada masa Khalifah al-Mahdi, dan Isa bin Maryam a.s.:

والمراد بها: زمن عيسى - عليه الصلاة والسلام - والمهدي رحمه الله
"Dan yang dimaksud dengannya: zamannya Isa bin Maryam a.s., dan al-Mahdi."[2]

Lalu, bagaimana dengan ISIS? Qultu: Kaidahnya jelas: framing buruk atas ajaran Islam "al-Khilafah" dengan dalih ISIS adalah potret argumentasi salah alamat, kejahatan ISIS bukanlah ukuran untuk menilai perjuangan dan persiapan tegaknya era kekhilafahan ini, saya lebih percaya kepada para a'immah (para imam kaum Muslim), daripada framing sepihak mereka yang awam soal Khilafah, terlebih tidak kepada mereka yang terpedaya doktrin-doktrin menyesatkan soal buruknya ajaran Khilafah.

Ikuti kajian berikutnya:

Website & Channel Telegram:
http://www.irfanabunaveed.net/
https://t.me/irfanabunaveedalatsari
https://t.me/tsaqafah_islamiyyah

والله المستعان

Catatan Kaki:
[1] Abu al-Hasan al-Mawardi, Al-Ahkâm al-Sulthâniyyah, Kairo: Dâr al-Hadîts, t.t., juz I, hlm. 15
[2] Tim Ulama, Al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait: Dar al-Salasil, cet. II, 1427 H, juz VI, hlm. 196.
[2] Taqiyuddin bin Ibrahim al-Nabhani, Al-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, Beirut: Dar al-Ummah, juz II.
[3] Nuruddin al-Mulla ‘Ali al-Qari, Mirqât al-Mafâtîh Syarh Misykât al-Mashâbîh, Beirut: Dâr al-Fikr, cet. I, 1422 H, juz VIII, hlm. 337.
[2] Ibid.

No comments :

Post a comment