Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Peringatan ﷺ Atas Tasyabbuh bi al-Kuffar (Menyerupai Kaum Kuffar)

PERINGATAN RASULULLAH ﷺ ATAS AL-TASYABBUH BI AL-KUFFAR Ngaji Teori Balaghah dalam Hadits al-Tasyabbuh =============== Narasumber: Ust. Irfan Abu Naveed, M.Pd.I [Pengajar Balaghah, Dosen Manthiq]  

Soal Jawab Balaghah Kitab Nafsiyyah: Hadits Hattâ Ya’ûda al-Laban fî Al-Dhar'i

[Ngaji Balaghah Hadits Nabawi] Irfan Abu Naveed Salah satu hadits yang menggambarkan keutamaan menangis karena takut atas siksa Allah adalah hadits yang dinukil dalam Min Muqawwimât al-Nafsiyyah al-Islâmiyyah sebagai berikut: «لَا يَلِجُ النَّارَ مَنْ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ، وَلَا يَجْتَمِعَ عَلَى عَبْدٍ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ» “Tidak akan masuk neraka seorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu kembali lagi ke tempatnya. Dan tidak akan berkumpul debu perang di jalan Allah dengan asap jahannam.” (HR. Al-Tirmidzi. Abu Isa berkata: “Hadits ini hasan shah î h” ) Menariknya, hadits ini dalam perspektif ilmu balaghah mengandung ungkapan cantik, nyastra, yang menggambarkan kecerdasan Rasulullah ﷺ mencakup kecerdasan linguistik ( fashîh balîgh ). Ketika menjelaskan hadits ini, Al-Mulla Ali al-Qari (w. 1014 H) menuturkan: (حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ) : هَذَا مِنْ بَابِ التَّعْلِي

Rajin Pacaran, Menikah Enggan, Perlu Diruqyah?

[REUPLOAD: Indonesia Tanpa Pacaran] Ngaji Online Bareng Indonesia Tanpa Pacaran: "RAJIN PACARAN, MALAS MENIKAH. APA PERLU DIRUQYAH?" Agenda "QURBANKU, PERJUANGANKU" bersama #IndonesiaTanpaPacaran selanjutnya menghadirkan Ustadz Irfan Abu Naveed, M.Pd.I, seorang Dosen Fiqih -Bahasa Arab, Penulis, Pengkaji Tafsir serta Balaghah Al-Qur'an dan Praktisi Ruqyah Syar'iyyah. Beliau akan membawakan materi dengan tema "RAJIN PACARAN, MALAS MENIKAH. APA PERLU DIRUQYAH?" Kajian ini diselenggarakan pada: Hari, Tanggal: Sabtu, 11 Juli 2020 Waktu: 16.00 WIB / 17.00 WITA / 18.00 WIT Live On Youtube: Link Kajian

Koreksi Argumentatif Atas Stigma "Khilafahisme" [Bag. I]

Serial Koreksi & Bantahan Argumentatif Atas Syubhat [Sajian Singkat Padat] Kajian Tafsir & Balaghah Ayat-Ayat al-Qur'an & Hadits-Hadits Nabawiyyah Oleh: Irfan Abu Naveed, M.Pd.I [Dosen Bahasa Arab-Fikih/Penulis "Konsep Baku Khilafah Islamiyyah"] Istilah "khilafahisme" yang dipopulerkan baru-baru ini, jelas mengandung konotasi 'urfi, dengan tujuan melakukan delegitimasi dan deradikalisasi Khilafah sebagai ajaran Islam, untuk distigma, dinisbatkan kepada paham suatu kelompok tertentu (sempalan), dalam hal ini HT sebagai tertuduh, lalu dengan mudah disandingkan dengan Komunisme. Jelas istilah ini mungkar, dan mengandung kemungkaran, wajib dibantah, mengingat suatu kata, ketika ia mengandung konotasi haqiqah 'urfiyyah yang bertentangan dengan Islam, mengandung celaan pada hukum Islam, pada Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam, termasuk deradikalisasi serta delegitimasi atasnya, jelas merupakan istilah yang haram d

Talk Show: Kajian Akhir Zaman Terbitnya Fajar Kekhilafahan Bermanhaj Kenabian

Narasumber: 1. Ust Muhammad Musa, S.S [Tokoh Masyarakat, Pemerhati Kajian Ideologi] 2. Ust Irfan Abu Naveed, M.Pd.I [Penulis & Pemerhati Kajian Tafsir & Balaghah al-Qur'an] 3. Ust Mukhlis Ali [ Pengasuh Majelis Mafahim Sukabumi ] Hari & Tanggal: Rabu, 01 Juli 2020 Waktu: 20.00 wib s.d. Selesai Tempat: 1. Online Zoom: Link Zoom Meeting ID: 823 6796 3817 Password: 721346 2. Live Streaming Youtube: Link Youtube Kajian ini diupload ulang di Channel Youtube Irfan Abu Naveed Silahkan disebarkan, diviralkan dan diikuti ya ikhwah, semoga menjadi amal jariyyah. [] وفقنا الله وإياكم فيما يرضاه ربنا ويحبه

Motivasi Qur'ani Belajar Bahasa Arab [1]

Ikhwah fillah, salah satu motivasi terbesar mempelajari dan mendalami bahasa arab (al-lughah al-'arabiyyah) adalah kenyataan bahwa al-Qur'an al-Karim diturunkan Allah 'Azza wa Jalla dengan bahasa arab. Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla: الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ {١} إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ {٢} “Alif, laam, raa, ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Qur’an) dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yûsuf [12]: 1-2) Perhatikan kata kunci "la'alla" pada kalimat la'allakum ta'qilun, menunjukkan bahwa al-Qur'an sangat mungkin dipahami oleh manusia-manusia pembelajar, baik bagi bangsa Arab maupun Ajam. Pengisi Suara: Irfan Abu Naveed [Dosen Bahasa Arab, Pengajar Ilmu Balaghah] Link Artikel Terkait: Motivasi Qur'ani Belajar Bahasa Arab Wa billahi al-tawfiq. ******

Ngaji Ilmu Balaghah: I'jaz al-Qur'an: Keindahan Ungkapan Kiasan (Al-Majaz Al-Mursal)

Mengukuhkan Ajaran Islam, Khilafah, Di Tengah Virus Liberalisasi Pemikiran Saat Pandemi Covid-19

_Ngaji Online Khilafah :: Ngaji Turats Ulama Ahlus Sunnah wa al-Jama'ah_ *MENGUKUHKAN AJARAN ISLAM, KHILAFAH, DI TENGAH VIRUS LIBERALISASI PEMIKIRAN SAAT PANDEMI COVID-19* _Kajian Ushuli, Balaghi & Turats Ulama Ahlus Sunnah wa al-Jama'ah_ *Muqadimah* Al-Khilafah, semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat, ditandai oleh semakin meluasnya sambutan umat atasnya, relevan dengan kejelasannya sebagai bagian dari ajaran Islam yang mulia, tersurat dan tersirat dalam al-Qur'an dan sunnah semulia-mulianya insan, Nabiyullah al-Mushthafa Muhammad ﷺ , ditegaskan kefardhuannya sebagai konsensus para sahabat _radhiyallahu 'anhum_, diikuti konsensus Ulama Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah dalam turats mereka yang berharga. Namun sayang beribu sayang, di tengah gencarnya dakwah penegakkan syari'at Islam dan Khilafah, kaum Muslim masih dihadapkan pada penyesatan opini menyoal Khilafah sebagai bagian dari proyek liberalisasi pemikiran. Lafal al-Khilafah y

Khilafah dalam Perspektif Ahlus Sunnah wa al-Jama'ah [Dari Dalil Kefardhuan Hingga Bisyarah Khilafah Akhir Zaman]

  Kajian Reupload di Channel Irfan Abu Naveed: https://bit.ly/3cdxXGx Ikhwah fillah, silahkan disimak kajian online menyoal Khilafah yang diupload ulang di Channel Youtube "Irfan Abu Naveed", disajikan selama Ramadhan dalam empat topik menarik dan cukup komperhensif, disajikan secara ringkas padat, live zoom dan live streaming youtube selama Ramadhan 1441 H, dihiasi dengan soal jawab berbobot ilmu, bi fadhlillahi Ta'ala.   Keempat acara ini, digagas dalam rangka membela sunnah kepemimpinan dalam Islam, al-Khilafah, dengan menyajikan sajian nikmat turats ulama ahl al-sunnah wa al-jama'ah, mengulas dalil-dalil bisyarah tegaknya Khilafah dengan ilmu alat bahasa arab (nahwu-sharaf-balaghah arabiyyah), diikuti koreksi argumentatif bernas atas berbagai syubhat terkait khilafah, hingga menjernihkan akal pikiran, menentramkan kalbu dan membuahkan keyakinan untuk istiqamah dalam perjuangan, maka kami hadirkan sajian spesial dalam topik menarik di atas, dengan meng

Opini Ringan: Serba-Serbi Logika di Negeri Antah Berantah

Konsep Baku Khilafah Islamiyyah Ini pemisalan loh ya, sebagai perbandingan, yang menunjukkan perbedaan antara keagungan sistem peradilan dan persanksian dalam Islam dan sistem peradilan selainnya. Nah, salah satu bukti keagungan peradilan dalam Islam, pelaku kejahatan yang melukai anggota badan, atau badan korbannya maka bisa dikenai sanksi JINAYAH, hukuman atas kejahatan terhadap badan korban yang sanksi hukumannya jelas adil, ditetapkan syari’at yang agung, ajaran Allah dan Rasul-Nya. Sebagai contoh -ada atau tidak ada kasusnya-; pelaku penyiraman air keras, jelas tak bisa diringankan sanksinya dengan beragam dalih! Mari kita bermain logika: Pertama, Klaim “kasusnya ini tak sengaja mengenai mata, tadinya mau ke badan” Qultu: Mau mengenai mata atau badan, sama-sama bentuk kejahatan berat, dalam Islam ini termasuk kejahatan atas hak adami, dalam sistem persanksian Islam, masuk kepada jenis kejahatan al-jinayah. Memangnya air keras kalau mengenai badan berarti lebih ringan re