Skip to main content

Buku Terbaru "Jahiliyyah Menyikapi Musibah"

Segera terbit buku terbaru menyangkut persoalan akidah dan syari'ah:

JAHILIYYAH MENYIKAPI MUSIBAH
"Kritik Islam Atas Berbagai Keyakinan & Perbuatan Jahiliyyah Menyikapi Bencana"

Alhamdulillah segera terbit buku terbaru, siap-siap dikoleksi, penting sebagai referensi penjaga akidah dari berbagai hal perusaknya. Memuat kajian-kajian kritik atas keyakinan dan perbuatan jahiliyyah yang menyalahi akidah dan syari'ah dalam menyikapi musibah.

Pemesanan Buku
Buku ini, melengkapi buku "Menyingkap Jin & Dukun Hitam Putih Indonesia" yang terbit tahun 2011, dan banyak dibedah di banyak tempat lintas provinsi. Buku ini hadir menggambarkan peringatan-peringatan rabbani atas berbagai keyakinan dan sikap jahiliyyah menyikapi musibah yang justru berpotensi mengundang musibah, mencakup hal-hal paling krusial sebagai berikut:

1. Menyepelekan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta;
2. Menjadikan peredaran bintang sebagai petunjuk ramalan gaib (zodiak);
3. Mendatangi dukun-paranormal untuk meramal nasib & menolak musibah;
4. Meyakini & menggunakan jimat syirik, ritual & sesaji untuk jin sebagai penolak bala’;
5. Melakoni ritual yoga dan meditasi;
6. Mengaitkan kesialan dengan fenomena alam;
7. Mencela musibah & banyak berkeluh kesah;
8. Meyakini khurafat “sabar itu ada batasnya”.

Itu semua menyalahi akidah dan hukum-hukum syari’ah, maka memahaminya sangat mendesak sebagai upaya menangkal berbagai keburukan, sebagaimana sya’ir Ali bin Abu Bakar yang berujar:

الجهل نار لدين المرء يحرقه * والعلم ماء لتلك النّار يطفيها
“Kebodohan adalah api bagi agama seseorang yang membakarnya * Sedangkan ilmu adalah air untuk api itu, yang bisa memadamkannya.”

Seluruh syubuhat berbahaya di atas penyusun luruskan berdasarkan petunjuk-petunjuk agung al-Qur’an dan al-Sunnah al-Nabawiyyah, dengan penjelasan ilmiah para ulama, menggunakan pisau analisis: ilmu tauhid, ushul fikih, dan ilmu bahasa arab (terutama ilmu balaghah). Semoga buku saku ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan keluarga, dan kaum Muslim pada umumnya.

==========

📋 Keterangan Buku
Judul Buku                : JAHILIYYAH MENYIKAPI MUSIBAH
Penulis                       : Ustadz Irfan Abu Naveed, M.Pd.
Penerbit                     : Al-Azhar Press Bogor
Tahun Terbit             : 2019
Jumlah Hlm.              : 112 hlm.
Soft Cover |13,5 x 20,5 cm | 112 hlmn | HVS 70Gr
Harga                         : @Rp. 30.000

==========

📋 Info Buku & Pemesanan
Isi Datanya & Kirimkan!
No. HP                       :
Jumlah Eksemplar     :
Alamat Lengkap         :
Kirim ke no: +6289501452144
wa.me/6289501452144 


Cover Depan Buku

Comments

Popular posts from this blog

Balaghah Hadits [4]: Ganjaran Agung Menghidupkan Sunnah Kepemimpinan Islam

Kajian Hadits: Man Ahya Sunnati Oleh: Irfan Abu Naveed [1] S alah satu dalil al-Sunnah, yang secara indah menggambarkan besarnya pahala menghidupkan sunnah, termasuk di antaranya sunnah baginda Rasulullah ﷺ dalam hal kepemimpinan umat (imamah) adalah hadits dari Anas bin Malik r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:   «مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ» “Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia telah mencintaiku, dan siapa saja yang mencintaiku, maka ia bersamaku menjadi penghuni surga.” (HR. Al-Tirmidzi, al-Marwazi, al-Thabarani, al-Lalika’i, Ibn Baththah dan Ibn Syahin) Keterangan Singkat Hadits HR. Al-Tirmidzi dalam Sunan- nya (no. 2678, bab بَابُ مَا جَاءَ فِي الأَخْذِ بِالسُّنَّةِ وَاجْتِنَابِ البِدَعِ ), ia berkata: “Hadits ini hasan gharib dari jalur ini.”; Abu Abdillah al-Marwazi dalam Ta’zhîm Qadr al-Shalât (no. 714); Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Awsath (no. 9439); Al-Lalika’i d

Mendudukkan Hadits “Aku Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak yang Mulia” (Part. I)

Oleh: Irfan Abu Naveed, M.Pd.I A.   Mukadimah Di zaman ini umat islam seringkali disuguhkan dengan berbagai syubhat yang cukup mengkhawatirkan karena merusak pemahaman dan lebih jauh lagi amal perbuatan. Dan di antara syubhat yang berbahaya dan nyata bahayanya adalah kekeliruan memahami hadits-hadits yang mulia untuk menjustifikasi pemahaman yang salah sehingga malah bertentangan dengan maksud dari hadits-hadits itu sendiri, menjauhkan umat dari perjuangan menegakkan syari’at Islam kâffah dalam kehidupan. Di antaranya hadits-hadits yang berkaitan dengan diutusnya Rasulullah – shallallâhu ‘alayhi wa sallam - untuk menyempurnakan akhlak yang mulia: إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ “ Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. ” Beberapa waktu yang lalu, dalam diskusi mengenai kitab Nizham al-Islam salah satu panelis menjadikan hadits tentang akhlak sebagai dalil untuk menolak wajibnya menegakkan Negara Islam, Khilafah Islamiyyah.

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhâm al-Islâm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl â hu 'anhu - : أَنّ النَّبِيَّ  -صل