27 July 2019

Bantahan Telak Atas Syubhat "Hizbut Tahrir Dilarang, Berarti Sesat"



Multaqa Ulama Aswaja Menolak OBOR China Dukung Khilafah

Membungkam Wahm: "Hizbut Tahrir Dilarang Berarti Sesat"

D
i antara wahm aneh yang dikembangkan sebagian orang yang salah paham atau terpedaya oleh rezim pecinta dunia adalah asumsi (wahm): "HT dilarang di negeri-negeri muslim berarti pasti salah". Berikut ini, catatan singkat saya (tweet) atas wahm yang bertolak dari paradigma sesat tersebut, bertolak dari kaidah-kaidah Islamiyyah menempatkan persoalan:



Qultu:

PERTAMA, Sejak kapan syubhat tersebut bisa diterima akal sehat? Sejak kapan penolakan manusia, menjadi ukuran benar tidaknya dakwah dan para pengembannya? Maka, wajib dikembalikan kepada kaidah ilmiah.

Hizbut Tahrir didirikan oleh para ulama, berdasarkan taujih al-Qur’an: QS. Âli Imrân [3]: 104, dan didirikan dengan visi dan misi agung dalam perjuangannya, sebagaimana disebutkan dalam Ta’rif Hizb al-Tahrîr:

غاية حزب التحرير هي استئناف الحياة الإسلامية، وحمل الدعوة الإسلامية إلى العالم. وهذه الغاية تعني إعادة المسلمين إلى العيش عيشًا إسلاميًا في دار الإسلام، وفي مجتمع إسلامي، بحيث تكون جميع شؤون الحياة فيه مسيرة وفق الأحكام الشرعية
Tujuan Hizbut Tahrir adalah melanjutkan kehidupan Islam, dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Dan tujuan ini yakni (terwujud) dengan mengembalikan kaum muslimin kepada kehidupan islami dalam naungan Dâr al-Islâm, dalam masyarakat islami, dimana seluruh urusan kehidupan di dalamnya sejalan dengan hukum-hukum syar’iyyah."

Apanya yang samar dengan perjuangan ini? Baik dalam setiap momentum pertemuan para pengemban dakwah maupun dalam publikasi publikasi opini dakwahnya, konsisten menggambarkan apa yang menjadi tujuannya. Tak ada yang dibicarakan kecuali Islam dan upaya mulia dakwah menegakkan Din-Nya.

Model begini diframming berbahaya?

KEDUA, Luruskan paradigmanya:

لسان الحال أفصح من لسان المقال
"Bahasa keadaan lebih fasih daripada bahasa lisan"

Kenyataannya, hizb itu mendunia, lintas negeri dan didukung oleh kaum Muslim dari berbagai latar belakang keilmuan dan sosial, dari mulai ulama, cendekiawan, ilmuwan hingga orang biasa.  Artinya diterima di dunia internasional oleh kaum Muslim, itu fakta, kenapa dilarang? Dilarang oleh mereka yang cinta buta pada kekuasaan politik karena cinta dunia. Di Palestina misalnya, ia termasuk negeri dimana hizb berkembang pesat di sana. Artinya diterima oleh ulama dan kaum Muslim.

KETIGA, Hizb terlarang bagi mereka yang terpedaya dunia, maka yang melarang adalah rezim cinta dunia dan anteknya, karena seruan dakwah ini dakwah agung tegakkan Islam dalam kehidupan.

KEMPAT, Luruskan paradigmanya, dalil benar tidaknya kelompok dakwah itu bukan penerimaan dan penolakan para rezim, tapi al-Qur'an dan al-Sunnah. Kutlah dakwah Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam saja dulu ditolak oleh para pemimpin kafir quraysyi, lantas apakah kelompok dakwah tsb salah? Musykilah.

Kaidah Islam dalam menyikapi pelarangan sebagian rezim atas dakwah dan pengembannya itu jelas, dalam atsar salafina al-shalih ditegaskan:

لا تعرف الحق بالرجال اعرف الحق تعرف أهله
"Janganlah engkau mengenal kebenaran dengan dasar melihat rijal (orang orangnya), tapi kenalilah kebenaran itu sendiri, niscaya anda mengenal siapa para rijalnya (pengembannya)."

Mengenal kebenaran itu sendiri, artinya mempelajari kebenaran bil hujjah, bil 'ilm. Dengan kata lain, mengembalikan kepada mîzân al-haq: al-Qur'an dan al-Sunnah.

Jelas dan selamat, jauh dari kebingungan syubhat ala rezim dan pengekor dunianya. Sebagian ulama pun berkata:

من عرف الحق بالرجال حار في متاهات الضلال
"Siapa yang mengenal kebenaran dari personnya, niscaya ia bingung dalam semrawutnya kesesatan"

Kenapa Kafir Quraysyi melarang dakwah? Coba baca sejarah! karena mereka cinta dunia, anti pada dakwah ideologis. Sama seperti tatkala para rezim pecinta kekuasaan ini anti pada dakwah hizb, karena dakwah ideologis hizb yang hendak menegakkan kepemimpinan Islam di muka bumi, menegakkan hukum syariat kâffah.

Kaidah Ilmiah Mendudukkan Hizbut Tahrir

Jika dakwah HT dan Khilafah wajib ditolak, maka datangkan hujjah ilmiah, bukan wahm, asumsi yang sesat paradigmanya, jelas kaidah ilmiah dari ulama salaf:

Imam Muhammad bin Idris Al-Syafi’i (w. 204 H) menegaskan:

أَنَّ لَيْسَ لاَحَدٍ أَبَدًا أَنْ يَقُوْلَ فِي شَئْ حلّ وَ لاَ حَرَم إِلاَّ مِنْ جِهَةِ الْعِلْمِ وَجِهَةُ الْعِلْمِ الخَبَرُ فِي الْكِتَابِ أَوْ السُّنَةِ أَوْ الإِجْمَاعِ أَوْ الْقِيَاسِ
"Seseorang tidak boleh menyatakan selama-lamanya suatu perkara itu halal dan haram kecuali didasarkan pada ilmu. Ilmu yang dimaksud adalah informasi dari al-Kitab (al-Quran), al-Sunnah, Ijma’ atau Qiyas."[1]

Senada dengan itu, Imam Abu Hamid al-Ghazali (w. 505 H) juga menyatakan:

وَجُمْلَةُ الْأَدِلَّةِ الشَّرْعِيَّةِ تَرْجِعُ إلَى أَلْفَاظِ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَالْإِجْمَاعِ وَالِاسْتِنْبَاطِ
"Keseluruhan dalil-dalil syariah merujuk pada ragam ungkapan yang tercantum dalam al-Kitâb (al-Qur’an), al-Sunnah (al-Hadits), Ijma’ dan Istinbâth (Qiyas)."[2]

Jika telah jelas duduk persoalan bahwa dakwah dan Khilafah bagian dari hukum syari'ah, didasarkan pada nas-nas al-Qur'an, al-Sunnah dan ijma' sahabat, maka tidak ada celah untuk menolak, tidak, apalagi menstigma negatifnya.

Jika ada bukti kesesatan dalam dakwah HT, silahkan hadirkan bukti kokohnya dinilai berdasarkan persepektif al-Qur’an dan al-Sunnah dengan kaidah-kaidah keilmuan yang benar, sesuai ilmu dan adabnya. Ada? TIDAK ADA.

Mengingat kaidah ilmiah, menuntut penuduh menunjukkan bukti dari setiap tuduhannya, dari Ibn Abbas r.a., bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alayhi wa sallam- bersabda:

«لو يُعْطَى الناسُ بدعواهُم لادّعَى قومٌ دماءَ قومٍ وأموالهُم ، ولكنّ البيّنَة على المُدّعِي ، واليمينُ على من أنكرَ»
Jika semua orang diberi hak (hanya) dengan dakwaan (klaim) mereka (semata), niscaya (akan) banyak orang yang mendakwakan (mengklaim) harta orang lain dan darah-darah mereka. Namun, bukti wajib didatangkan oleh pendakwa (pengklaim), dan sumpah harus diucapkan oleh orang yang mengingkari (tidak mengaku).” (HR. Al-Baihaqi, hadits hasan)[3]

Saya tantang para penuduh ini, untuk menunjukkan bukti valid poin-poin tuduhan berikut ini:
  • Mana bukti HTI adalah teroris? Mana bukti HTI meneror orang dan mempersekusi mereka?
  • Mana bukti HTI itu radikal (negatif)? Mana bukti HTI itu mengajarkan kekerasan?
  • Mana bukti HTI pemecah belah bangsa? Mana bukti HTI mendukung disintegrasi bangsa dan mencaplok negeri ini?
  • HTI bla, bla dan lain sebagainya? Tidak ada!
Membantah Tuduhan HTI: Takfiri, Jihad & Radikalisme: Link Bantahan

Seluruhnya fitnah, padahal dakwaan wajib diikuti dengan pembuktian. Yakni bukti valid dari sumber-sumber otoritatif, bukan qila wa qila dari orang-orang yang gagal memahami HTI, atau memang bermaksud buruk pada HTI dengan menikamnya demi dunia yang fana’? Maka secara asasi penggunaan kaidah sadd al-dzari’ah, sudah cacat sedari awal, batil.

Hal ini meniscayakan batilnya seluruh argumentasi yang dibangun untuk menjustifikasi pembakaran bendera tauhid, sesuai dengan kaidah shahihah yang disebutkan para ulama:

كل ما بني على باطل فهو باطل
“Segala hal yang dibangun di atas asas yang batil maka ia pun batil.”[4]

Padahal sesama muslim bersaudara, wajib membangun ukhuwwah, menjauhi prasangka buruk dan saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Jelas kaidahnya, apanya yang samar?

وفقنا الله وإياكم فيما يرضاه ربنا ويحبه


[1] Abu Abdullah Muhammad bin Idris al-Syafi’i, Al-Risâlah, Ed: Rif’at Fauzi, Mesir: Dar al-Wafa’, cet. I, 1422 H/2001, hlm. 16.
[2] Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali al-Thusi, Al-Mustashfâ fî ‘Ilm al-Ushûl, Ed: Muhammad bin Sulaiman al-Asyqar, Beirut: Mu’assasat al-Risalah, cet. I, 1417 H/1997, juz II, hlm. 298.
[3] Sebagian kandungan teks semisal tercantum dalam kitab Al-Shahihain.
[4] Prof. Dr. Muhammad Mushthafa al-Zuhaili, Al-Wajîz fî Ushûl al-Fiqh al-Islâmi, Damaskus: Dar al-Khayr, cet. II, 1427 H, juz I, hlm. 264; Abdul Muhsin bin Abdullah al-Zamil, Syarh al-Qawâ’id al-Sa’diyyah, Riyadh: Dar Athlas al-Khadra’, cet. I, 1422 H, hlm. 343.

No comments :

Post a Comment