Skip to main content

Bedah Buku Kajian "Menyingkap Jin & Dukun Hitam Putih Indonesia"

Gambar mungkin berisi: 1 orang, teks

BEDAH BUKU: 

Menyingkap Jin dan Dukun Hitam Putih Indonesia

"Dari Percintaan Sampai Kekuasaan"

Di Zaman now, fenomena "dunia gaib" tampaknya kian menjamur di masyarakat. "Dunia gaib" jadi objek komersialisasi yang dieksploitasi sedemikian rupa. Ironisnya, menjamurnya fenomena tersebut, berjalan sesuai dengan request pasar.

Fenomena-fenomena penampakan yang ditunggangi khurafat, tradisi-tradisi syirkiyyah, tersebarnya perdukunan, diperparah acara-acara TV dan Film-film horor yang mengeksplorasi dunia semakin ngetrend. Dan jika ditakar dengan timbangan Islam, tak ada satupun acara-acara tersebut yang memahamkan masyarakat terhadap perkara gaib (Jin).

Salah satu pembahasan yang akan disajikan dalam kajian ini:

1. Mengulas dan mengupas kaidah-kaidah Islam memahami alam jin dan perdukunan dengan berbagai khurafatnya.
2. Mengulas berbagai khurafat yang berbahaya menyoal alam jin dan perdukunan yang tersebar di tengah-tengah masyarakat
3. Mengulas solusi Islam praktis dan mendasar mengatasi berbagai persoalan yang membahayakan akidah kaum Muslim.
4. Kajian solusi praktis ruqyah syar'iyyah, dsb

Pengen tau solusinya dalam Islam mengenai permasalahan-permasalahan di atas? So, silahkan hadiri acara unik ini :
.
๐Ÿ—“ WAKTU
Hari Ahad, 14 Juli 2019
.
  PUKUL
08.00 - 11.30 WIB
.
๐Ÿ‘ณ๐Ÿป️ PEMATERI
Ust. Irfan Abu Naveed, M.Pd.I
Penulis Buku Kajian Balaghoh Al Qur'an dan Hadist Nabawi, Praktisi Ruqyah Syar'iyyah dan Dosen STIQ ZAD Cianjur
.
๐Ÿ TEMPAT
Masjid Raya Al-Azhar Jababeka Cikarang
(Simpangan Kec. Cikarang Utara, Bekasi Jawa Barat)
http://bit.ly/MasjidAl-AzharCikarang
.
️PERHATIAN!
Mohon hadir tepat waktu.

===

Silahkan dibagikan, semoga menjadi amal jariyah

Comments

Popular posts from this blog

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhรขm al-Islรขm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl รข hu 'anhu - : ุฃَู†ّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ  -ุตู„

Soal Jawab Lam al-Ta'lil & Lam al-'Aqibah dalam Ayat-Ayat al-Qur'an

[Kajian Bahasa Arab] Soal ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ Ustadz, pada materi terakhir, disebutkan ู„ุงู… ุงู„ุชุนู„ูŠู„ , di kitab lain ana jumpai menggunakan istilah ู„ุงู… ูƒูŠ ، di kitab i'robul qur'an, dii'rob dengan ู„ุงู… ุงู„ุนุงู‚ุจุฉ Pada ayat, ูุงู„ุชู‚ุทู‡ ุกุงู„ ูุฑุนูˆู† ู„ูŠูƒูˆู† ู„ู‡ู… ุนุฏูˆุง ูˆ ุญุฒู†ุง... ุงู„ู‚ุตุต:ูจ Ini ketiganya statusnya sama kan Ustadz?. Atau ada perbedaan dalam istilah tersebut? Jawaban ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ Ada perbedaan terperinci terkait dua istilah: 1- Lam al-Ta'lil ( ู„ุงู… ุงู„ุชุนู„ูŠู„ ), diistilahkan pula ู„ุงู…ُ ูƒูŠ , artinya ini semakna. 2. Lam al-'Aqibah ( ู„ุงู… ุงู„ุนุงู‚ุจุฉِ ). Dalam kitab Jami' al-Durus al-'Arabiyyah, Syaikh al-Adib Mushthafa al-Ghalayayni menguraikan sebagai berikut: Pertama, Lam al-Ta'lil ( ู„ุงู… ุงู„ุชุนู„ูŠู„ )/Lam Kay ( ู„ุงู…ُ ูƒูŠ ): ู„ุงู…ُ ูƒูŠ (ูˆุชุณู…ู‰ ู„ุงู…َ ุงู„ุชุนู„ูŠู„ ุฃูŠุถุงً، ูˆู‡ูŠ ุงู„ู„ุงู… ุงู„ุฌุงุฑّุฉ، ุงู„ุชูŠ ูŠูƒูˆู†ُ ู…ุง ุจุนุฏู‡ุง ุนู„ุฉً ู„ู…ุง ู‚ุจู„ู‡ุง ูˆุณุจุจุงً ู„ู‡، ููŠูƒูˆู† ู…ุง ู‚ุจู„ู‡ุง ู…ู‚ุตูˆุฏุงً ู„ุญุตูˆู„ ู…ุง ุจุนุฏู‡ุง "Lam kay (dinamakan pula

Koreksi Atas Penafsiran Al-Fitnatu Asyaddu Minal Qatli, Benarkah Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan?

  Oleh: Irfan Abu Naveed D ewasa ini, kita seringkali dihadapkan dengan slogan atau ungkapan yang seakan-akan benar padahal sebaliknya, hingga ungkapan-ungkapan tersebut menjadi trend setter tersendiri khususnya bagi sebagian kaum awwam . Salah satunya adalah ungkapan “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.” Dimana ungkapan ini pun sudah tak asing di telinga kita. Lalu bagaimana pemahaman yang benar? Terlebih jika ungkapan ”fitnah lebih kejam daripada membunuh” biasanya dinukil dari ayat yang agung: {ูˆَุงู„ْูِุชْู†َุฉُ ุฃَุดَุฏُّ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุชْู„ِ}    “ Dan fitnah lebih berat daripada pembunuhan .” (QS. Al-Baqarah [2]: 191) Kata fitnah kembali diulang pada ayat setelahnya: {ูˆَู‚َุงุชِู„ُูˆู‡ُู…ْ ุญَุชَّู‰ٰ ู„َุง ุชَูƒُูˆู†َ ูِุชْู†َุฉٌ ูˆَูŠَูƒُูˆู†َ ุงู„ุฏِّูŠู†ُ ู„ِู„َّู‡ِ ۖ ูَุฅِู†ِ ุงู†ْุชَู‡َูˆْุง ูَู„َุง ุนُุฏْูˆَุงู†َ ุฅِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ} “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kam