Skip to main content

Seruan Syari'ah wal Khilafah dalam Tarhib Ramadhan 1440 H Cianjur


"Ramadhan Bulan Perjuangan"




Link Album Lengkap Dokumentasi: Link Album FB

Tarhib ini diselenggarakan oleh Majelis Rindu Rasulullah -shallallahu 'alayhi wa sallam-, diisi dengan konvoi dari DLLAJ Cianjur hingga finish Masjid Agung Cianjur. Diikuti oleh banyak peserta dari berbagai kalangan, dengan berbagai latar belakang, dari mulai para ustadz dan ustadzah, mahasiswa dan mahasiswi, pelajar, anak-anak, seluruhnya tumpah ruah dalam momentum menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H, bertepatan dengan tanggal 4 Mei 2019.


Diisi oleh orasi para ustadz dan pemuda, menyeru masyarakat kepada penegakkan Islam dalam kehidupan, mewujudkan dua junnah: junnah dari siksa api neraka yakni ibadah shaum, dan junnah Islam dan kaum Muslim yakni Khilafah.

Acara ini semakin semarak dengan "Seruan Tauhid Kids" yang lipshing melantunkan salah satu nasyid penyemangat perjuangan.


Kelak generasi emas ini akan memimpin peradaban umat manusia, di era kekhilafahan di atas manhaj kenabian! Perjuangan ideologis takkan pernah padam, Islam wajib tegak dalam kehidupan! 

KHILAFAH! KHILAFAH! KHILAFAH!

Seruan agung tersebut menggema di halaman depan Masjid Agung Cianjur!

Link Video I: Video Tauhid Kids

#RamadhanBulanPerjuangan
#RamadhanTingkatkanKetaatan
#RamadhanBerkahBagiNegeri
#RamadhanDiCianjur
#KhilafahAjaranIslam


Dokumentasi:

























Comments

Popular posts from this blog

Buku Menarik "Risalah Nikah & Walimah"

"RISALAH NIKAH & WALIMAH" Dilengkapi dengan Sajian Kitab Kuning (Turats) & Ilmu Kesehatan Reproduksi Pra Nikah Ikhwah fillah, bi fadhliLlahi Ta'ala wa bi tawfiqihi,  telah terbit buku Risalah Nikah & Walimah, menggambarkan kajian turats menyoal topik-topik pernikahan dan syari'at walimah dalam Islam, berikut ilmu menyoal Kesehatan Reproduksi Pra Nikah, ditulis bersama istri yang berlatarbelakang pendidikan kebidanan. Sajian menyoal fikih walimah, penyusun uraikan dalam bentuk soal jawab, disertai ibarat kitab kuning (turats), dipercantik dengan berbagai gambaran walimah syar'i. Daftar Isi Buku: Bab I Keagungan Pernikahan & Hidup Berpasang-Pasangan Bab II Tuntunan Agung Menjemput Pasangan Idaman Bab III Buah Pernikahan; Sakînah, Mawaddah dan Rahmah Bab IV Walimah Nikah Sesuai Syari'ah Bab V Sunnah Mulia; Do'a Pengantin Bab VI Tips Kesehatan Reproduksi Pra Nikah   Info & Pemesanan: wa.me/6285735533668

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhâm al-Islâm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl â hu 'anhu - : أَنّ النَّبِيَّ  -صل

Mendudukkan Hadits “Aku Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak yang Mulia” (Part. I)

Oleh: Irfan Abu Naveed, M.Pd.I A.   Mukadimah Di zaman ini umat islam seringkali disuguhkan dengan berbagai syubhat yang cukup mengkhawatirkan karena merusak pemahaman dan lebih jauh lagi amal perbuatan. Dan di antara syubhat yang berbahaya dan nyata bahayanya adalah kekeliruan memahami hadits-hadits yang mulia untuk menjustifikasi pemahaman yang salah sehingga malah bertentangan dengan maksud dari hadits-hadits itu sendiri, menjauhkan umat dari perjuangan menegakkan syari’at Islam kâffah dalam kehidupan. Di antaranya hadits-hadits yang berkaitan dengan diutusnya Rasulullah – shallallâhu ‘alayhi wa sallam - untuk menyempurnakan akhlak yang mulia: إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ “ Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. ” Beberapa waktu yang lalu, dalam diskusi mengenai kitab Nizham al-Islam salah satu panelis menjadikan hadits tentang akhlak sebagai dalil untuk menolak wajibnya menegakkan Negara Islam, Khilafah Islamiyyah.