Skip to main content

Buku Terbaru "InnaLlaha Ma'ana: Tuntunan al-Qur'an & Sunnah Menyikapi Musibah Mengundang Berkah"


Alhamdulillah sudah terbit, buku yang mengulas rinci prinsip mental recovery  dalam Islam, menyikapi musibah mengundang berkah:

Judul                                  :
INNALLAHA MA'ANA; 
Tuntunan al-Qur'an & Sunnah Menyikapi Musibah Mengundang Berkah
Penulis                             : Ustadz Irfan Abu Naveed
Spek Buku                    : 
Soft Cover | 13,5 * 20,5 Cm | 186 Hlm
Harga Banderol        : Rp. 45.000,-

============================

"Musibah bisa datang kapan saja dan dimana saja. Ia salah satu bentuk ujian seorang Muslim. Ketika ia datang jangan dirutuki, melainkan disikapi sesuai tuntunan Ilahi. Dengan begitu akan menghantarkan seorang Muslim bukan hanya pada kondisi tuma'ninah, namun juga mendulang berkah. Sebaliknya, mengabaikan panduan Ilahi, larut dalam emosi malah akan sengsara dalam hati.. Penulis buku ini mengulas begitu detail tentang musibah, bencana dan azab sesuai tuntunan KitabuLlah dan Sunnah. Sehingga tiada lagi celah bagi kita berkeluh kesah dan menyalahkan Allah SWT. Justru akan mendorong kita untuk bersikap tegar karena Allah bersama kita. Ya.., InnaLlaha Ma'ana"

Selamat membaca.

Like|Share|Comment|Order|RepeatOrder|

***************************
PEMESANAN KHAZANAH ABU NAVEED

Untuk pemesanan buku ini, atau buku-buku ana lainnya ke:

Kontak Pemesanan:

Telegram & WA: +6289501452144
wa.me/6289501452144

***************************


Comments

Popular posts from this blog

Soal Jawab Lam al-Ta'lil & Lam al-'Aqibah dalam Ayat-Ayat al-Qur'an

[Kajian Bahasa Arab] Soal السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Ustadz, pada materi terakhir, disebutkan لام التعليل , di kitab lain ana jumpai menggunakan istilah لام كي ، di kitab i'robul qur'an, dii'rob dengan لام العاقبة Pada ayat, فالتقطه ءال فرعون ليكون لهم عدوا و حزنا... القصص:٨ Ini ketiganya statusnya sama kan Ustadz?. Atau ada perbedaan dalam istilah tersebut? Jawaban وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته Ada perbedaan terperinci terkait dua istilah: 1- Lam al-Ta'lil ( لام التعليل ), diistilahkan pula لامُ كي , artinya ini semakna. 2. Lam al-'Aqibah ( لام العاقبةِ ). Dalam kitab Jami' al-Durus al-'Arabiyyah, Syaikh al-Adib Mushthafa al-Ghalayayni menguraikan sebagai berikut: Pertama, Lam al-Ta'lil ( لام التعليل )/Lam Kay ( لامُ كي ): لامُ كي (وتسمى لامَ التعليل أيضاً، وهي اللام الجارّة، التي يكونُ ما بعدها علةً لما قبلها وسبباً له، فيكون ما قبلها مقصوداً لحصول ما بعدها "Lam kay (dinamakan pula

Mendudukkan Hadits “Aku Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak yang Mulia” (Part. I)

Oleh: Irfan Abu Naveed, M.Pd.I A.   Mukadimah Di zaman ini umat islam seringkali disuguhkan dengan berbagai syubhat yang cukup mengkhawatirkan karena merusak pemahaman dan lebih jauh lagi amal perbuatan. Dan di antara syubhat yang berbahaya dan nyata bahayanya adalah kekeliruan memahami hadits-hadits yang mulia untuk menjustifikasi pemahaman yang salah sehingga malah bertentangan dengan maksud dari hadits-hadits itu sendiri, menjauhkan umat dari perjuangan menegakkan syari’at Islam kâffah dalam kehidupan. Di antaranya hadits-hadits yang berkaitan dengan diutusnya Rasulullah – shallallâhu ‘alayhi wa sallam - untuk menyempurnakan akhlak yang mulia: إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ “ Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. ” Beberapa waktu yang lalu, dalam diskusi mengenai kitab Nizham al-Islam salah satu panelis menjadikan hadits tentang akhlak sebagai dalil untuk menolak wajibnya menegakkan Negara Islam, Khilafah Islamiyyah.

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhâm al-Islâm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl â hu 'anhu - : أَنّ النَّبِيَّ  -صل