03 April 2019

Keabsahan Imamah Umayyah, Abbasiyyah & Utsmaniyyah Sebagai Kekhilafahan (Bag. I)


Ada sebagian orang yang berpendapat (berdasarkan wahm) bahwa fase pemerintahan Umayyah, Abbasiyyah dan Utsmaniyyah adalah era monarki konstitusional. Klaim ini berbahaya, karena memalingkan umat dari sejarah kekhilafahan dan esensi kewajiban menegakkan Khilafah dalam Islam, dengan dalih para ulama terdahulu setuju dengan konsepsi monarki (kerajaan). Maka wajib kita evaluasi: Lantas yang menjadi ciri khas monarki itu apa? Pewarisan? Itu menyederhanakan masalah, mereka yang mempelajari ilmu politik terkait kekhasan bentuk bentuk pemerintahan, dan memahami sejarah kekhilafahan, tidak akan sembarangan memvonis pemerintahan mereka sebagai pemerintahan berbentuk monarki konstitusional, dengan ciri khas berdiri di atas asas kedaulatan raja dan hukum-hukumnya, bukan kedaulatan di tangan al-Syari' (Allah) dan hukum-hukum-Nya.
      Meskipun estafeta kepemimpinan periode ini berada dalam daur kekerabatan (’Umayyah, ’Abbasiyyah dan ’Utsmaniyyah), keabsahan setiap khalifah pada periode ini tetap kembali pada bai’at syar’i umat atas mereka, dimana para ulama pun menegaskan bai’at sebagai metode syar’i pengangkatan khalifah. Sehingga status mereka bukan raja dengan sistem khas monarki konstitusional, melainkan khalifah dengan sistem khilafah, ini merupakan realitas yang disepakati para ulama. 
Ulama mujtahid yang menguasai banyak disiplin ilmu syar’i, al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi (w. 911 H) dalam pengantar kitabnya, Târîkh al-Khulafâ’ (Sejarah Para Khalifah) menegaskan:
إنما ذكرت الخليفة المتفق على صحة إمامته و عقد بيعته
“Aku hanya menyebutkan khalifah yang telah disepakati keabsahan imâmah-nya dan keabsahan akad bai’atnya.”[1]

Bahkan sebelumnya, al-Hafizh al-Suyuthi (w. 911 H) menyifati mereka (secara umum) dengan julukan al-khulafâ’ umarâ’ al-mu’minîn (para khalifah yang menjadi pemimpin orang-orang beriman):

فهذا تاريخ لطيف ترجمت فيه الخلفاء أمراء المؤمنين القائمين بأمر الأمة من عهد أبي بكر الصديق رضي الله عنه إلى عهدنا هذا على ترتيب زمانهم الأول فالأول
Ini merupakan sejarah yang mulia sifatnya, aku uraikan didalamnya biografi al-khulafâ’ umarâ’ al-mu’minîn (para khalifah yang merupakan para pemimpin orang-orang beriman), yang memelihara urusan umat ini, dari semenjak masa Khalifah Abu Bakar al-Shiddiq r.a. sampai dengan masa khalifah di masa ini (di masa al-Suyuthi masih hidup), secara berurutan pada setiap masa mereka, yang pertama maka diurutkan pertama (demikian seterusnya).[2]

Al-Hafizh al-Suyuthi itu sendiri, hidup sekitar periode terakhir pemerintahan era Khilafah ‘Abbasiyyah, yakni hidup di antara tahun 849-911 H/ 1445-1505, yakni pada masa kekhilafahan:

No
Nama Khalifah
Masa Pemerintahan
1
Al-Mustakfi Billah II
845-854 H/1446-1455 M
2
Al-Qa’im Biamrillah
754-859 H/1455-1460 M
3
Al-Mustanjid Billah
859-884 H/1460-1485 M
4
Al-Mutawakkil ‘AlaLlah
884-893 H/1485-1494 M
5
Al-Mutamassik Billah
893-914 H/1494-1515 M




[1] Abdurrahman Jalaluddin Al-Suyuthi, Târîkh al-Khulafâ’, Ed: Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, Mesir: Mathba’at al-Sa’adah, cet. I, 1371 H, hlm. 11.
[2] Ibid., hlm. 12.

No comments :

Post a Comment