Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2019

Do'a Neno Warisman Mengancam Allah? Kata Siapa?

S ebagian kaum sufaha' tampak kejang-kejang menyimak do'a yang dipanjatkan Neno Warisman dalam Malam Munajat 212, saya tegaskan soal redaksi yang digunakan dengan tuduhan "mengancam Allah", jelasnya hanya dipersoalkan oleh orang-orang jahil atau tajahul (pura-pura jahil).  Karena do'a tersebut kemungkinan besar diambil sebagian redaksinya, dari terjemah do'a fenomenal berbahasa arab yang dipanjatkan Rasulullah ﷺ  dalam jihad Badar & Uhud, hal itu sebagaimana terekam dalam sejumlah riwayat shahihah, maka menghukuminya hendaknya dikembalikan kepada kaidah-kaidah Islam dan kaidah-kaidah bahasa arab. Di buku "Menyingkap Jin & Dukun Hitam Putih Indonesia" pernah saya nukilkan riwayat tersebut: ********** A pa yang dilakukan Rasûlullâh ﷺ ketika perang Badar? Beliau mempersiapkan para sahabat dengan baik, dan yakin setelah mereka dipastikan berjihad dengan motivasi ruhiyah ( al-quwwah al-rûhiyyah ) dan memahami j

Kritik Asasi Islam Atas Para Pendukung Kemungkaran

  Irfan Abu Naveed Penulis Buku " LGBT: Antara Ilusi Kaum Liberal VS Solusi Kaum Intelektual " J ika dievaluasi, para pendukung dan penyokong berbagai kemungkaran (Sepilis, LGBT, pergaulan bebas, anti syari'at Islam, anti Khilafah) itu dalam berbagai momentum, orangnya itu dan itu juga, tak pernah berubah dari kalangan kaum sekularis, pluralis, liberalis. Permasalahan mendasarnya, karena sistem Demokrasi secara langsung atau tidak, dengan prinsip-prinsip kebebasannya, mengakomodasi (kalau tak dikatakan membiarkan) sepak terjang mereka yang jelas-jelas termasuk tindak kriminalitas. Tak hanya individual, mereka pun membentuk komunitas-komunitas atau kelompok dengan beragam macam warnanya. Berbeda dengan sistem Islam, al-Khilafah 'ala Minhaj al-Nubuwwah, mereka bisa mudah dijerat dengan jeratan hukum Islam, karena membela kemungkaran sama saja dengan pelaku kemungkaran itu sendiri, dan setiap kemungkaran harus dicegah dengan dikenai

Keadilan & Ketegasan Rasulullah ﷺ dalam Penegakkan Hukum Islam

Catatan Kajian Irfan Abu Naveed Penulis Buku Konsep Baku Khilafah Islamiyyah R asulullah ﷺ  tegas tidak mengabaikan penegakkan hukum Islam, dengan tidak menjadikan suara terbanyak sebagai pedoman dalam penegakkan hukum Islam, diantara buktinya adalah sikap tegas Rasulullah ﷺ atas pengajuan sahabat yang meminta pengampunan atas sanksi had. Dalam hadits shahih dari ‘Aisyah istri Nabi ﷺ , bahwa saat penaklukan Kota Makkah di masa Rasulullah ﷺ , orang-orang Quraisy pernah kebingungan menghadapi permasalahan seorang wanita (bangsawan) yang ketahuan mencuri. Mereka berkata: "Siapa kiranya yang berani mengadukan permasalahan ini kepada Rasulullah ﷺ ?" maka sebagian mereka mengusulkan: "Siapa lagi kalau bukan Usamah bin Zaid, orang yang paling dicintai oleh Rasulullah ﷺ ." Lalu wanita itu dihadapkan kepada Rasulullah ﷺ dan Usamah bin Zaid r.a. pun mengadukan permasalahannya kepada beliau ﷺ , tiba-tiba wajah Rasulullah ﷺ berubah menjadi merah