Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

Bantahan Atas Syubhat I: Bendera yang Dibakar Bendera HTI Bukan Bendera Tauhid

Kritik Ushuli, Manthiqi & Lughawi Oleh: Irfan Abu Naveed Pengasuh Ponpes-STIQ & Majelis Ta’lim KH. Sholeh Madani di Kota Santri Cianjur Dosen Fikih, Manthiq & Bahasa Arab Syubhat I: Bendera yang dibakar adalah bendera hti, bukan bendera tauhid! Bantahan: Salah satu dalih yang didengungkan berulang kali untuk menjustifikasi pembakaran bendera tauhid adalah: “Bendera yang dibakar adalah bendera HTI, bukan bendera tauhid!” Benarkah pernyataan tersebut logis? Saya tegaskan, ini adalah pernyataan absurd yang dibangun dari logika yang rusak, sesuai dengan kaidah shahihah yang disebutkan para ulama: كل ما بني على باطل فهو باطل “Segala hal yang dibangun di atas asas yang batil maka ia pun batil .” [1] كل ما بني على فاسد فهو فاسد “Segala hal yang dibangun di atas asas yang rusak maka ia pun rusak.” Hal itu terbukti dengan mengkritisi dalih mereka ini secara manthiqiyyah . Dalih ini bisa dikatakan dalih khayali, berangkat dari pemiki

Undangan Kajian: Bendera Tauhid Persepektif Islam

Syi’ar Bendera Tauhid: Bukti Cinta Pada Sunnah Nabi ﷺ (Kajian Tsaqafah-Part. II)

Kajian Tsaqafiyyah Menyoal Bendera Islam (Bagian II) Oleh: Irfan Abu Naveed al-Atsari Pengasuh Ponpes STIQ & Majelis Ta’lim KH. Sholeh Madani di Kota Santri Cianjur Dosen Fikih & Bahasa Arab T elah jelas nan terang benderang bahwa bendera tauhid merupakan syi’ar Islam, bukan hanya itu, kedudukannya sebagai bendera dan panji Rasulullah ﷺ pun menunjukkan kedudukannya sebagai bagian dari sunnah beliau ﷺ , sebagaimana diisyaratkan oleh Imam Ibn Bathal, sehingga menyi’arkannya merupakan bagian dari upaya menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ , dengan perincian argumentasi mapan berikut ini: A.    Menyi’arkan Panji Tauhid: Menghidupkan Sunnah Rasulullah ﷺ A l-liwâ’ dan al-râyah merupakan nama untuk bendera dan panji Rasulullah ﷺ . Secara bahasa, keduanya berkonotasi al-’alam (bendera). [1] Namun secara syar’i, al-liwâ’ (jamak: al-alwiyah ) dinamakan pula al-râyah al-’azhîmah (panji agung) [2] , dikenal sebagai bendera negara atau simbol kedudukan pe