Skip to main content

Video Belajar Mudah Ilmu Balaghah Bersama Ust Irfan Abu Naveed



๐Ÿ’Ž Dokumentasi Daurah Ilmu Balaghah & Praktik Balaghah al-Qur'an dan Hadits Nabawi ๐Ÿ’Ž

Kajian balaghah bersama Ust Irfan Abu Naveed di Ma'had Darul Ma'arif Banjarmasin-Kalsel

Daurah langka, kajian ilmu balaghah, dari mulai materi motivasi kokoh belajar ilmu balaghah, pemetaan kajian ilmu balaghah, pemetaan referensi kajian balaghah al-Qur'an dan hadits nabawi, praktik analisa balaghah al-Qur'an dan hadits nabawi, diselenggarakan oleh Ma'had Darul Ma'arif Banjarmasin Kalsel, 18-19 Agustus 2018. Silahkan disimak dan didownload, temukan kunci-kunci ilmu balaghah!

๐Ÿ“‹ Narasumber: 

Ustadz Irfan Abu Naveed, M.Pd.I
□ Penyusun Buku & Artikel Kajian-Kajian Tafsir & Balaghah Al-Qur'an dan Hadits Nabawi

๐Ÿ“‹ Link Video Kajian:





Kajian ini memuat kajian-kajian penguatan tsaqafah dakwah sebagai amunisi dakwah.

Silahkan raih ilmunya, download dan sebarkan linknya ya ikhwah, semoga menjadi amal jariyyah.

 ูˆูู‚ู†ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฅูŠุงูƒู… ููŠู…ุง ูŠุฑุถุงู‡ ุฑุจู†ุง ูˆูŠุญุจู‡

Comments

Popular posts from this blog

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhรขm al-Islรขm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl รข hu 'anhu - : ุฃَู†ّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ  -ุตู„

Soal Jawab Lam al-Ta'lil & Lam al-'Aqibah dalam Ayat-Ayat al-Qur'an

[Kajian Bahasa Arab] Soal ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ Ustadz, pada materi terakhir, disebutkan ู„ุงู… ุงู„ุชุนู„ูŠู„ , di kitab lain ana jumpai menggunakan istilah ู„ุงู… ูƒูŠ ، di kitab i'robul qur'an, dii'rob dengan ู„ุงู… ุงู„ุนุงู‚ุจุฉ Pada ayat, ูุงู„ุชู‚ุทู‡ ุกุงู„ ูุฑุนูˆู† ู„ูŠูƒูˆู† ู„ู‡ู… ุนุฏูˆุง ูˆ ุญุฒู†ุง... ุงู„ู‚ุตุต:ูจ Ini ketiganya statusnya sama kan Ustadz?. Atau ada perbedaan dalam istilah tersebut? Jawaban ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ Ada perbedaan terperinci terkait dua istilah: 1- Lam al-Ta'lil ( ู„ุงู… ุงู„ุชุนู„ูŠู„ ), diistilahkan pula ู„ุงู…ُ ูƒูŠ , artinya ini semakna. 2. Lam al-'Aqibah ( ู„ุงู… ุงู„ุนุงู‚ุจุฉِ ). Dalam kitab Jami' al-Durus al-'Arabiyyah, Syaikh al-Adib Mushthafa al-Ghalayayni menguraikan sebagai berikut: Pertama, Lam al-Ta'lil ( ู„ุงู… ุงู„ุชุนู„ูŠู„ )/Lam Kay ( ู„ุงู…ُ ูƒูŠ ): ู„ุงู…ُ ูƒูŠ (ูˆุชุณู…ู‰ ู„ุงู…َ ุงู„ุชุนู„ูŠู„ ุฃูŠุถุงً، ูˆู‡ูŠ ุงู„ู„ุงู… ุงู„ุฌุงุฑّุฉ، ุงู„ุชูŠ ูŠูƒูˆู†ُ ู…ุง ุจุนุฏู‡ุง ุนู„ุฉً ู„ู…ุง ู‚ุจู„ู‡ุง ูˆุณุจุจุงً ู„ู‡، ููŠูƒูˆู† ู…ุง ู‚ุจู„ู‡ุง ู…ู‚ุตูˆุฏุงً ู„ุญุตูˆู„ ู…ุง ุจุนุฏู‡ุง "Lam kay (dinamakan pula

Koreksi Atas Penafsiran Al-Fitnatu Asyaddu Minal Qatli, Benarkah Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan?

  Oleh: Irfan Abu Naveed D ewasa ini, kita seringkali dihadapkan dengan slogan atau ungkapan yang seakan-akan benar padahal sebaliknya, hingga ungkapan-ungkapan tersebut menjadi trend setter tersendiri khususnya bagi sebagian kaum awwam . Salah satunya adalah ungkapan “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.” Dimana ungkapan ini pun sudah tak asing di telinga kita. Lalu bagaimana pemahaman yang benar? Terlebih jika ungkapan ”fitnah lebih kejam daripada membunuh” biasanya dinukil dari ayat yang agung: {ูˆَุงู„ْูِุชْู†َุฉُ ุฃَุดَุฏُّ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุชْู„ِ}    “ Dan fitnah lebih berat daripada pembunuhan .” (QS. Al-Baqarah [2]: 191) Kata fitnah kembali diulang pada ayat setelahnya: {ูˆَู‚َุงุชِู„ُูˆู‡ُู…ْ ุญَุชَّู‰ٰ ู„َุง ุชَูƒُูˆู†َ ูِุชْู†َุฉٌ ูˆَูŠَูƒُูˆู†َ ุงู„ุฏِّูŠู†ُ ู„ِู„َّู‡ِ ۖ ูَุฅِู†ِ ุงู†ْุชَู‡َูˆْุง ูَู„َุง ุนُุฏْูˆَุงู†َ ุฅِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ} “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kam