06 April 2018

Catatan Ringan: Tulisan Ilmiah atau Mentah? Layak Dibantah atau Perlu Muhasabah?



Hasil gambar untuk ‫البحوث العلمية‬‎

Salah satu konvensi (tradisi) keilmuan dalam penulisan karya ilmiah, yang dijaga dalam dunia akademisi khususnya adalah kelengkapan dan keakuratan data, berupa teori yang dirujuk kepada para ahli. Jika penulis itu sendiri adalah ahli/pakar yang melakukan penelitian teruji dan layak berteori maka tidak menjadi soal.

Poin yang menjadi masalah jika tulisan tersebut ditulis oleh orang yang jelasnya bukan pakar, tidak merujukkan pandangannya kepada para pakar, sehingga tampak seakan berteori sendiri. Tulisan seperti ini, layak dikatakan tulisan mentah minimal dari segi metodologi penulisannya, jika diujikan di hadapan para pakar otomatis tertolak (mardud). Belum lagi jika berbicara tentang uji keakuratan kontennya, jika bukan pakar lalu berteori sendiri maka bisa dibayangkan ada banyak potensi kesalahan, jika tulisan itu berkaitan dengan tsaqafah Islam, maka akan ada banyak potensi kesesatan di dalamnya (sesat informasi), bukti-buktinya tidak sulit untuk dicari.

Bagaimana jadinya jika awam berasumsi soal keilmuan? Berbahaya, maka jika kita tak menjaga tradisi keilmuan ini, akan ada banyak tulisan sesat menyesatkan yang harus dijustifikasi, tanpa verifikasi, dan ini tak bisa dibiarkan.

Terlebih jika tulisan seperti itu ditujukan untuk mengkritisi teori yang dirumuskan pakar, misalnya tulisan yang ditulis oleh orang yang bukan pakar (majhul keilmuannya, bukan pakar ulum syar'iyyah), yang ditujukan untuk mengkritisi produk ilmiah hasil ijtihad ulama yang dikenal kepakarannya berijtihad, maka otomatis tulisan mentah seperti ini mardud, tertolak dari asasnya.

Bagi kita yang memahami kaidah keilmuan, tak perlu sibuk sendiri menanggapi tulisan mentah seperti itu, penulisnya diingatkan saja agar memperbaiki tulisannya, dan lebih jauh lagi diingatkan agar memperbaiki "kesadarannya", kita siapa dibandingkan para ulama mujtahid ini? Allah al-Musta'an.

Al-Imam Al-Hasan al-Bashri -radhiyallahu 'anhu- berpesan:

لا تكن ممن يجمع علم العلماء وطرائف الحكماء ويجري في العمل مجرى السفهاء
”Janganlah engkau menjadi golongan orang yang gemar mengumpulkan ilmu para ahli ilmu, kebajikan-kebajikan orang-orang bijak, namun ia beramal seperti amalan orang-orang pandir.” (Abu Hamid al-Ghazali, Ihya' Ulum al-Din, Beirut: Dar al-Ma'rifah, juz I, hlm. 59)

======

Irfan Abu Naveed, M.Pd.I
:: Dosen Bahasa Arab/ Akademisi di salah satu STIBA & Ma'had Ilmu Al-Qur'an wa Tafsir
:: Penulis buku-buku kajian tafsir & balaghah

No comments :

Post a Comment