18 October 2017

Keistimewaan Potensi Bahasa Arab [KH. Drs. Hafidz Abdurrahman MA]


Mafahim Islamiyyah
Buku Mafahim Islamiyyah
Cuplikan dalam Buku Mafahim Islamiyyah: Pokok-Pokok Pemikiran Islam (hlm. 33-35)

Mengenai kedudukan bahasa Arab sebagai potensi yang tidak boleh dipisahkan dengan potensi Islam, atau dengan kata lain harus diintegrasikan menjadi satu kekuatan (mazj at-thaqah al-Iughawiyyah ma'a at-thaqah aI-Islamiyyah) ini ditegaskan oleh Amirul Mukminin, 'Umar bin al-Khatthab r.a.. Abu Bakar bin Abi Syibah menyatakan, “Kami telah diberitahu oleh 'Isa bin Yunus dari Tsaur dari 'Umar bin Yazid berkata, “Khalifah 'Umar telah menulis surat Abu Musa al-Asy’ari ra.

أَمَّا بَعْدُ فَتَفَقَّهُوا فِي السُّنَّةِ , وَتَفَقَّهُوا فِي الْعَرَبِيَّةِ , وَأَعْرِبُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ عَرَبِيٌّ[1] ...وفي رواية: تَعَلَّمُوا الْعَرَبِيَّةَ فَإِنَّهَا مِنْ دِيْنِكُمْ، وَتَعَلَّمُوا الْفَرَائِضَ فَإِنَّهَا مِنْ دِيْنِكُمْ
“Amma ba’du, perdalamlah as-Sunnah, dan perdalamlah bahasa Arab. Kuasailah bahasa Arab aI-Qur'an, karena al-Qur'an adalah kitab berbahasa Arab.” Dalam riwayat lain, “Pelajarilah bahasa Arab, karena bahasa Arab itu bagian dari agama kalian. Pelajarilah berbagai kefardhuan, karena ia pun bagian dari agama kalian.”

Karena itu, di masa lalu, para sahabat menyebarkan Islam, dengan membawa al-Qur'an di tangan kanan, dan bahasa Arab di tangan kirinya. Imam as-Syafii (w. 204 H), hukum mempelajari bahasa Arab adalah fardhu “ain: “Wajib bagi tiap Muslim untuk mempelajari bahasa Arab hingga kemampuannya bisa mengantarkannya untuk menunaikan kefarduan (yang ditetapkan kepada)-nya.”[2]

Demikian halnya, Imam al-Mawardi (w. 450 H) juga mengatakan hal yang sama: “Mengetahui bahasa Arab hukumnya fardhu bagi tiap kaum Muslim, baik mujtahid maupun bukan.”[3]

Syaikh Islam, Ibn Taimiyyah, mengatakan: “Sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama, dan mengetahuinya hukumnya fardhu yang diwajibkan. Sebab, memahami aI-Kitab dan as-Sunnah hukumnya fardhu. Sementara semuanya itu tidak bisa dipahami, kecuali dengan memahami bahasa Arab. “Suatu kewajiban yang tidak bisa sempurna, kecuali dengannya, maka ia menjadi wajib.“![4]

Meskipun ulama' kemudian memilah menjadi dua: Pertama, hukumnya fardhu ‘ain, bagi tiap Muslim agar bisa menjalankan kewajibannya dengan baik dan benar. Kedua, hukumnya fardhu kifayah, jika lebih dari kewajiban yang pertama, misalnya untuk berijtihad. Mengingat hukum ijtihad itu sendiri adalah fardhu kifayah.

Begitulah keistimewaan bahasa Arab, sebagai potensi yang tidak bisa dipisahkan dari potensi Islam. Keduanya ibarat dua sisi mata uang, yang saling terkait. ]ika Islam dipisahkan dari bahasa Arab, maka terjadilah apa yang terjadi sebelumnya. Sebaliknya, jika Islam disatukan dengan potensi bahasa Arab, maka berbagai kemajuan intelektual umat Islam akan berhasil diraih kembali, sebagaimana zaman kejayaannya. []

۝ Artikel Penting Terkait:
  • Mengenal Ilmu Bahasa Arab: Ilmu Nahwu: Link
  • Menggugah Nafsiyyah, Mendalami Al-Lughah al-‘Arabiyyah: Motivasi Al-Qur’an: Link
  • Menggugah Nafsiyyah, Mendalami Al-Lughah al-‘Arabiyyah: Motivasi Al-Sunnah: Link
  • Audio Motivasi Belajar Bahasa Arab: Dasar Memahami Ilmu Syar'i: Link
  • Audio: Motivasi Belajar Bahasa Arab: Bahasa Al-Qur'an Al-Karim: Link
  • Audio: Motivasi Belajar Bahasa Arab Bahasa Hadits Rasulullah SAW: Link




[1] Tambahan Irfan Abu Naveed: Hadits ini diriwayatkan oleh Ibn Syaibah dalam Mushannaf-nya (no. 30534, dan no. 26164 tanpa teks “وَأَعْرِبُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ عَرَبِيٌّ”).
[2] Lihat, al-Imam Muhammad ‘Ali as-Syaukani, Op. Cit., hal. 1232;
[3] Lihat, Ibid, hal. 1232;
[4] Lihat, Ibid, hal. 1232;

No comments :

Post a Comment