Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2017

Undangan Kajian Akidah & Ruqyah di Kendari (Bedah Buku)

Spirit Keimanan & Sinyalemen Persatuan Umat Menyongsong Tegaknya Al-Khilafah

Dipresentasikan Oleh: Irfan Hilmy [1] Ta h qîq & Ta’lîq: Irfan Abu Naveed, M.Pd.I A ksi 212 tanggal 2 Desember 201 6, menjadi momen bersejarah bagi umat Islam, khususnya umat Islam di Indonesia . Inilah momen ketika terjadi pertemuan akbar umat Islam di jantung I bukota Jakarta. Umat Islam tumpah ruah menggitari Monumen Nasional (Monas Jakarta) dan wilayah-wilayah sekitarnya dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia. Bukan sekadar berjumpa untuk bertutur sapa, mereka menuntut keadilan dalam kasus penistaan agama (al-Qur’an) yang dilakukan Ahok, Basuki Tjahya Purnama. Spirit keimanan kentara melatarbelakangi aksi ini, tak sirna tersapu oleh guyuran air hujan. Bahkan air hujan yang turun dari langit menjadi berkah tersendiri, terutama bagi sebagian orang yang menggunakannya sebagai air bersuci (berwudhu) untuk menunaikan ibadah shalat Jum’at. Mereka tetap bertahan, sebagaimana mereka pun mau bersabar, melangkahkan kaki dari berbagai daerah, menempuh perjala

Mengoreksi Penguasa Secara Terbuka dalam Islam

Tahqiq & Ta'liq: Ust Irfan Abu Naveed, M.Pd.I [1] Dosen Fikih Siyasah, Bahasa Arab Penulis Buku "Konsep Baku Khilafah Islamiyyah" Aksi Damai Konvoi Dakwah B eberapa waktu yang lalu, kaum Muslim di Indonesia melakukan aksi massa terbesar sepanjang sejarah perjalanan bangsa Indonesia, yakni Aksi Bela Quran Jilid II dan III, dimana kedua aksi ini dipicu kasus penistaan Al-Qur’an yang dilakukan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Aksi ini bertujuan mulia, membela al-Qur’an yang disakralkan kaum Muslim, dan menuntut penegakkan keadilan bagi orang yang terbukti melakukan tindak penistaan agama. Meskipun begitu, ada segelintir kaum Muslim yang tidak sepakat dan tidak mendukung aksi ini. Sekalipun bertujuan mulia, aksi ini dinilai sebagai aksi massa yang tidak boleh dilakukan, karena mengoreksi penguasa secara terang-terangan di muka publik, sementara mereka berasumsi Islam melarang pemeluknya mengoreksi penguasa