19 Oktober 2016

Teladan Imam 'Abdul Qadir al-Jaylani Mengoreksi Penguasa di Atas Mimbar Masjid


Al-Imam 'Abdul Qadir al-Jaylani -rahimahullah- mengoreksi kebijakan penguasa (Khalifah) terang-terangan di atas mimbar Masjid. Yakni mengoreksi kebijakan Khalifah al-Muqtafi yang keliru karena mengamanahkan jabatan hakim peradilan kepada orang yang lalu berbuat kezhaliman-kezhaliman. Beliau lalu menasihati dan mengoreksi terang-terangan di atas mimbar di masjid ketika sang khalifah berada di dalamnya dalam perkataan dan peringatan keras:
وليت على المسلمين أظلم الظالمين وما جوابك غدًا عند رب العالمين
"Engkau telah mengangkat seseorang untuk kaum muslimin yang paling zhalim di antara orang-orang yang zhalim, lantas apa jawaban engkau esok hari (di Akhirat) di sisi Rabb Alam Semesta ini?!"

Lalu Sang Khalifah memecat hakim tersebut.

Lihat: Dr. Ali Muhammad al-Shallabi, Al-'Âlim al-Kabîr wa al-Murabbi al-Syahîr al-Syaikh ’Abd al-Qadir al-Jaylani, Kairo: Mu’assasat Iqra’, cet. I, 1428 H, hlm. 85.

Komentar Irfan Abu Naveed:

Apakah ulama ahlus sunnah sekelas al-Imam 'Abdul Qadir al-Jaylani -rahimahullah- lantas layak dihukumi sebagai khawarij?! Mari pahami ilmu mengenai manhaj dengan benar, dari guru yang tepat dan adab berikhtilaf, agar lisan ini tak mudah memvonis pihak lain yang tak sejalan sebagai khawarij karena membawa persoalan furu' ke ranah manhaj ushul.

Di sisi lain, poin di atas pun menunjukkan di antara uslub beliau memperbaiki masyarakat dan penguasanya tak mencukupkan diri dengan do'a semata, atau hanya menuntut ilmu dan tidak mendakwahi penguasa, melainkan aksi nyata dakwah dengan lisan dan tulisan, bergerak di tengah-tengah umat. Allah al-Musta'an.


Cuplikan Kitab

Silahkan cek sendiri dalam kitabnya, download Kitab: Link Internet