Skip to main content

Reportase MCQ: Upaya HTI Bentengi Akidah Umat dari Kesyirikan

Sesi Kajian

Sesi Praktik Ruqyah Jama'iyyah

DakwahTangerang.com. Mensikapi Fenomena kemerosotan akidah yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dewasa ini, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPC Jatiuwung menggelar acara Majelis Cinta Qur’an (MCQ) edisi ketiga dengan tema ‘Bersihkan Jiwa dari Kesyirikan, Jadikan Al Qur’an Solusi Kehidupan’ bertempat di Masjid Al Hidayah Perumahan Wisma Alamanda Priuk Tangerang, Ahad (25/09).

Sebagaimana dari tema yang diangkat, Ketua DPC HTI Jatiuwung, Ust. Surahman berharap agar kajian yang diselenggarakan ini dapat menjadi salah satu wasilah (sarana) untuk membentengi akidah umat dari segala bentuk kesyirikan. Hadir sebagai narasumber seorang penulis buku ‘Menyingkap Jin dan Dukun Hitam Putih Indonesia’ dan praktisi Ruqyah Syar’iyyah yakni Ust. Irfan Abu Naveed, dan Ust. Usman Abu Fikri yang juga seorang praktisi ruqyah syar’iyyah.

Dalam pemaparan materinya tausiyahnya, Ust. Irfan menyoroti fenomena kerusakan aqidah umat serta solusinya. “Kerusakan akidah yang diliputi kesyirikan merupakan persoalan yang menambah daftar kemunduran berpikir umat akibat sistem demokrasi kapitalisme dinegeri ini. Sehingga hal ini membutuhkan solusi fundamental dan menyeluruh dengan menerapkan al Qur’an disemua aspek kehidupan melalui penegakan syariah dan khilafah islamiyah”, tuturnya dihadapan puluhan jamaah di acara MCQ ini.

Sementara itu pada sesi kedua Ust. Usman Abu Fikri sebelum memandu jalannya praktek ruqyah syar’iyyah beliau mengajak kepada jamaah yang hadir untuk meningkatkan keimanan dan taqorrub kepada Allah serta senantiasa membentengi akidah dengan memperbanyak membaca al Qur’an dan berdzikir kepada Allah SWT.

Acara yang berlangsung dari pukul 08.30 wib hingga menjelang ashar ini terdiri dari dua sesi yakni kajian interaktif dan praktek Ruqyah Syar’iyyah. Diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota maupun Kabupaten Tangerang. Termasuk, tidak sedikit pula peserta dari warga sekitar yang merupakan jamaah masjid Al Hidayah Perum Wisma Alamanda. Semua peserta nampak begitu antusias mengikuti acara ini dari pagi hingga sore hari.

[] MI Kota Tangerang/Ibnu Anshory/Abim80

Comments

Popular posts from this blog

Buku Menarik "Risalah Nikah & Walimah"

"RISALAH NIKAH & WALIMAH" Dilengkapi dengan Sajian Kitab Kuning (Turats) & Ilmu Kesehatan Reproduksi Pra Nikah Ikhwah fillah, bi fadhliLlahi Ta'ala wa bi tawfiqihi,  telah terbit buku Risalah Nikah & Walimah, menggambarkan kajian turats menyoal topik-topik pernikahan dan syari'at walimah dalam Islam, berikut ilmu menyoal Kesehatan Reproduksi Pra Nikah, ditulis bersama istri yang berlatarbelakang pendidikan kebidanan. Sajian menyoal fikih walimah, penyusun uraikan dalam bentuk soal jawab, disertai ibarat kitab kuning (turats), dipercantik dengan berbagai gambaran walimah syar'i. Daftar Isi Buku: Bab I Keagungan Pernikahan & Hidup Berpasang-Pasangan Bab II Tuntunan Agung Menjemput Pasangan Idaman Bab III Buah Pernikahan; Sakînah, Mawaddah dan Rahmah Bab IV Walimah Nikah Sesuai Syari'ah Bab V Sunnah Mulia; Do'a Pengantin Bab VI Tips Kesehatan Reproduksi Pra Nikah   Info & Pemesanan: wa.me/6285735533668

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhâm al-Islâm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl â hu 'anhu - : أَنّ النَّبِيَّ  -صل

Mendudukkan Hadits “Aku Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak yang Mulia” (Part. I)

Oleh: Irfan Abu Naveed, M.Pd.I A.   Mukadimah Di zaman ini umat islam seringkali disuguhkan dengan berbagai syubhat yang cukup mengkhawatirkan karena merusak pemahaman dan lebih jauh lagi amal perbuatan. Dan di antara syubhat yang berbahaya dan nyata bahayanya adalah kekeliruan memahami hadits-hadits yang mulia untuk menjustifikasi pemahaman yang salah sehingga malah bertentangan dengan maksud dari hadits-hadits itu sendiri, menjauhkan umat dari perjuangan menegakkan syari’at Islam kâffah dalam kehidupan. Di antaranya hadits-hadits yang berkaitan dengan diutusnya Rasulullah – shallallâhu ‘alayhi wa sallam - untuk menyempurnakan akhlak yang mulia: إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ “ Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. ” Beberapa waktu yang lalu, dalam diskusi mengenai kitab Nizham al-Islam salah satu panelis menjadikan hadits tentang akhlak sebagai dalil untuk menolak wajibnya menegakkan Negara Islam, Khilafah Islamiyyah.