Skip to main content

Tanya Jawab Syaikhul Ushul ‘Atha bin Khalil Mengenai Pengobatan “Bio Energi”


Editing Terjemah: Irfan Abu Naveed
Tanya Jawab Al-‘Alim Al-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu al-Rasytah Amir Hizbut Tahrir
Tanya Jawab Hukum Pengobatan ”Bio Energi” (العلاج بالطاقة الحيوية) Kepada Imam Thawabteh

السؤال:
السلام عليكم،
أنا طالبة تمريض أدرس في جامعة الخليل والأستاذة التي تدرسنا بدأت هي بأخذ دورات في مجال العلاج بالطاقة وتريد أن تكمل فيه ماجستير.
ولكن زميلاً عندنا بحث عن الموضوع ويقول أنه محرم شرعا، ولكن الأستاذة طلبت منه دليلاً شرعياً قاطعاً على تحريمه لأنها تريد أن تكمل دراستها فيه، ولكن الطالب لم يستطع أن يأتي بدليل واضح من القرآن والسنة النبوية عن هذا الموضوع، فهل تساعدني في الاستدلال برأيك في هذا الموضوع رجاء؟
Pertanyaan:
Assalâmu’alaykum
    Saya seorang mahasiswi keperawatan yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Al-Khalil, dan dosen yang mengajar kami mulai mengambil kursus praktik pengobatan dengan menggunakan energi dan ia berencana menyempurnakan penelitian magisternya dalam masalah ini.
     Akan tetapi salah seorang teman kami mengulas topik ini dan menuturkan bahwa pengobatan seperti ini hukumnya haram secara syar’i, dosen kami pun meminta darinya untuk menyodorkan dalil syar’i yang qath’iy (tegas) atas pengharaman tersebut karena ia hendak menyempurnakan penelitiannya dalam bidang ini, tapi mahasiswa tersebut tidak mampu menyodorkan dalil yang jelas dari al-Qur’an dan al-Sunnah al-Nabawiyyah tentang topik ini, lalu apakah anda bisa membantu saya dalam penggalian dalil sesuai dengan pendapat anda dalam masalah ini, semoga berkenan?

 الجواب:
غير واضح من السؤال ما هو المقصود بالعلاج بالطاقة، وكان الأفضل أن تبين السائلة معنى العلاج بالطاقة حتى نجيبها على قدر سؤالها...
ومع ذلك فإن إدخال التحريم في الموضوع يجعلني أتوقع أنها لا تسأل عن الطاقة المادية المحسوسة كالطاقة الإشعاعية والعلاج بالليزر مثلاً، والعلاج الإشعاعي لمعالجة السرطان حيث تستخدم فيه أشعة عالية الطاقة، أو التصوير بالرنين المغناطيسي : (Magnetic resonance imaging (MRI))(ويُقال مجازا إجراء الأشعة المغناطيسية) أو نحو ذلك، فهذه وأمثالها لا شيء في العلاج بها... وإنما أتوقع أن السائلة تسأل عن الطاقة المسماة بالطاقة الحيوية... فإن كانت هذه الطاقة هي المسئول عن العلاج بها فأقول وبالله التوفيق:
وفق المعلومات التي وقفنا عليها حول موضوع العلاج بالطاقة الحيوية فقد تبين أنه نوع من العلاج يقوم على أسس فلسفية بوذية، ويزعم أصحابه "أنه علاج نفسي بدني روحي مبني على فهم المؤثرات الغيبية على الإنسان التي اكتشفها الشرقيون القدماء وأهمها وجود قوة سارية في الكون اسمها "الكي"، أو "التشي"، أو "البرانا"، يمكن للإنسان استمدادها وتدفيقها في أجساده غير المرئية للوصول إلى السلامة من الأمراض البدنية المستعصية، والوقاية من الاضطرابات النفسية والاكتئاب، بل لاكتساب قدرات نفسية تأثيرية تمكنه من الوصول للنجاح وتغيير الناس ومعالجة أبدانهم ونفسياتهم بصورة كبيرة..." وأنه علاج تختلط فيه بعض التمارين بالدجل والشعوذة...
ولا شك أن مثل هذا العلاج حرام لاستناده إلى أسس فلسفية بوذية مخالفة للإسلام، ولكونه ضرباً من الشعوذة والدجل...
ولا يلزم للقول بالحرمة أن يكون هناك نص من الكتاب أو السنة يتحدث عن العلاج بمسمى الطاقة الحيوية، بل يكفي أن يتبين أن هذا العلاج راجع إلى أسس فلسفية وثنية بوذية وأنه تختلط فيه بعض التمارين بالدجل والشعوذة...
فإن كان هذا هو موضع السؤال فإن جوابه هو المذكور أعلاه وإن كان نوعاً آخر فيذكر بوضوح لنجيب عليه إن شاء الله
Jawaban:
     Tidak jelas pertanyaan yang dimaksudkan dengan istilah pengobatan dengan energi, karena menjadi hal yang utama adalah sang penanya memperjelas pengertian pengobatan dengan energi tersebut hingga kami bisa menjawabnya sesuai dengan pertanyaannya.
      Meski demikian, dimasukkannya pengharaman dalam topik ini membuat saya menduga-duga bahwa penanya tidak bertanya mengenai energi fisik yang terindera seperti energi radiasi dan pengobatan dengan laser misalnya. Adapun pengobatan radiasi untuk mengobati kanker di mana dalam pengobatan itu digunakan radiasi tinggi energi (radio therapy-pen.) atau hasil foto dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging) (dan secara kiasan disebut proses radiology magnetic), atau semacam itu, maka jenis pengobatan ini dan yang semisalnya tidak ada masalah dalam pengobatan dengannya. Namun yang saya duga bahwa penanya menanyakan tentang energi yang dinamakan ”bio energi”… Jika energi ini yang dipertanyakan tentang pengobatan dengannya maka dengan memohon taufik dari Allah SWT saya katakan:
    Menurut informasi yang saya dapati seputar pengobatan dengan bio-energi maka menjadi jelas bahwa ini sejenis pengobatan yang ada berdasarkan asas filosofi budhisme. Para praktisinya mengklaim “bahwa itu merupakan pengobatan psikofisik spiritual yang dibangun di atas pemahaman efek-efek metafisika terhadap manusia yang diungkap oleh orang-orang Timur kuno, dan yang paling penting adalah adanya kekuatan tersembunyi di alam yang disebut ”ki”, ”chi” atau ”prana”, yang (diklaim) memungkinkan bagi manusia untuk menyerapnya dan menyalurkannya di dalam tubuh mereka secara tidak kasat mata untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit-penyakit fisik kronis dan mencegah gangguan mental dan depresi. Bahkan untuk meraih kemampuan mental berpengaruh yang memungkinkannya meraih kesuksesan dan mengubah manusia serta menyembuhkan badan dan mentalnya dengan gambaran yang menakjubkan. Dan bahwa pengobatan ini merupakan pengobatan yang di dalamnya bercampur beberapa ritual dengan penipuan dan klenik/mistik.
     Maka tidak diragukan lagi bahwa pengobatan seperti ini hukumnya haram karena bersandar kepada asas-asas filosofi budhisme yang bertentangan dengan Islam, dan karena hal itu merupakan bentuk dari klenik/mistik dan penipuan.
     Untuk mengatakan keharamannya tidak harus ada nash (yang  spesifik-pen.) dari al-Kitab atau al-Sunnah yang membicarakan tentang pengobatan yang disebut bio-energi tersebut. Akan tetapi cukuplah (untuk mengatakan keharamannya) ketika menjadi jelas bahwa pengobatan ini kembali kepada asas-asas filosofi paganisme budhisme dan bahwa telah bercampur di dalamnya beberapa ritual dengan penipuan dan klenik/mistik.
     Jika ini yang menjadi topik pertanyaannya maka jawabannya adalah seperti yang disebutkan di atas. Dan jika yang ditanyakan adalah jenis lain maka hendaknya disebutkan dengan jelas agar kami bisa menjawabnya, in syaa Allah.

Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu al-Rasytah
08 Jumadil Ula 1437 H
17 Februari 2016 M
Link Website Resmi (Link)
FB (Link)




Comments

Popular posts from this blog

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhâm al-Islâm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl â hu 'anhu - : أَنّ النَّبِيَّ  -صل

Soal Jawab Lam al-Ta'lil & Lam al-'Aqibah dalam Ayat-Ayat al-Qur'an

[Kajian Bahasa Arab] Soal السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Ustadz, pada materi terakhir, disebutkan لام التعليل , di kitab lain ana jumpai menggunakan istilah لام كي ، di kitab i'robul qur'an, dii'rob dengan لام العاقبة Pada ayat, فالتقطه ءال فرعون ليكون لهم عدوا و حزنا... القصص:٨ Ini ketiganya statusnya sama kan Ustadz?. Atau ada perbedaan dalam istilah tersebut? Jawaban وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته Ada perbedaan terperinci terkait dua istilah: 1- Lam al-Ta'lil ( لام التعليل ), diistilahkan pula لامُ كي , artinya ini semakna. 2. Lam al-'Aqibah ( لام العاقبةِ ). Dalam kitab Jami' al-Durus al-'Arabiyyah, Syaikh al-Adib Mushthafa al-Ghalayayni menguraikan sebagai berikut: Pertama, Lam al-Ta'lil ( لام التعليل )/Lam Kay ( لامُ كي ): لامُ كي (وتسمى لامَ التعليل أيضاً، وهي اللام الجارّة، التي يكونُ ما بعدها علةً لما قبلها وسبباً له، فيكون ما قبلها مقصوداً لحصول ما بعدها "Lam kay (dinamakan pula

Koreksi Atas Penafsiran Al-Fitnatu Asyaddu Minal Qatli, Benarkah Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan?

  Oleh: Irfan Abu Naveed D ewasa ini, kita seringkali dihadapkan dengan slogan atau ungkapan yang seakan-akan benar padahal sebaliknya, hingga ungkapan-ungkapan tersebut menjadi trend setter tersendiri khususnya bagi sebagian kaum awwam . Salah satunya adalah ungkapan “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.” Dimana ungkapan ini pun sudah tak asing di telinga kita. Lalu bagaimana pemahaman yang benar? Terlebih jika ungkapan ”fitnah lebih kejam daripada membunuh” biasanya dinukil dari ayat yang agung: {وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ}    “ Dan fitnah lebih berat daripada pembunuhan .” (QS. Al-Baqarah [2]: 191) Kata fitnah kembali diulang pada ayat setelahnya: {وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ} “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kam