Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2016

Kumpulan Jawaban atas Syubhat Seputar Isu "Bombastisasi" Khilafah (Bagian 1 s.d. 4)

Oleh: Irfan Abu Naveed Al-Raqi Bagian 1: Jawaban atas Syubhat Dibalik Kritikan ”Bombastisasi” Khilafah: Link Kajian 1 Bagian 2: Jawaban atas Syubhat ”Bombastisasi” Khilafah (Bag. 2): Qawl Al-Ghazali & Ibnu Taimiyyah: Link Kajian 2 Bagian 3: Jawaban atas Syubhat ”Bombastisasi” Khilafah (Bag. 3): Pentingnya Keberadaan Khalifah Menurut Rasulullah SAW: Link Kajian 3 Bagian 4: Jawaban atas Syubhat ”Bombastisasi” Khilafah (Bag. 4): Meneladani Al-Salaf Al-Shalih: Link Kajian 4

Jawaban atas Syubhat ”Bombastisasi” Khilafah (Bag. 4): Meneladani Al-Salaf Al-Shalih

Oleh: Irfan Abu Naveed [1] D isisi lain jika isu ”bombastisasi khilafah” ini dianalogikan dengan sikap dalam mencari harta maka perlu ditegaskan bahwa ini simplifikasi persoalan, logikanya tidak sesederhana itu. Sebagaimana tidak bisa dibandingkan antara kewajiban dan kedudukan al-Khilafah dalam penerapan hukum-hukum syari’ah dan mencari harta dunia. Upaya memperjuangkan tegaknya al-Khilafah dengan analogi sederhana mencari harta duniawi, bagi saya merupakan bentuk pengkerdilan atas kefardhuan dan pentingnya kedudukan al-Imamah/al-Khilafah yang disaksikan oleh al-Qur’an, al-Sunnah, Ijma’ al-Sahabat, perkataan dan sya’ir para ulama mu’tabar. Dan jika dikomparasikan dengan sikap sebaik-baiknya generasi umat ini, yang Allah sebutkan dalam firman-Nya: {وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ

Jawaban atas Syubhat ”Bombastisasi” Khilafah (Bag. 3): Pentingnya Keberadaan Khalifah Menurut Rasulullah SAW

(Revitalisasi Keberadaan Khalifah Berdasarkan Pujian Rasulullah – shallallâhu ’alayhi wa sallam- dalam Tinjauan Ilmu Balaghah & Syarah Hadits) Oleh: Irfan Abu Naveed [1] K ehidupan kaum muslimin saat ini bagaikan anak ayam kehilangan induknya, besar jumlahnya namun tercerai berai dalam sekat-sekat nasionalisme warisan penjajah, hingga dilecehkan kehormatannya oleh kaum yang mengisngkari Allah dan Rasul-Nya, dibantai dan diusir oleh kaum kafir tiran dari tanah kelahirannya; kaum muslimin di Palestina, Myanmar, Suriah, Iraq, Pakistan, ’Uzbekistan dan belahan bumi lainnya menjadi saksi atas itu semua, fakta yang tak bisa dipungkiri oleh mereka yang masih peka hatinya dan jeli matanya. Tidaklah itu semua mengingatkan saya, kecuali kepada pujian yang dituturkan yang mulia Rasulullah – shallallâhu ’alayhi wa sallam- terhadap sosok penguasa yang dibai’at kaum muslimin untuk menegakkan hukum-hukum Allah, melindungi harta, kehormatan dan darah kaum muslimin