Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

Inilah Hujjah Wajibnya Menjelaskan Kebatilan Demokrasi (Bag. I)

Oleh: Irfan Abu Naveed  (Penulis Kajian Pemikiran Islam) D i antara paham sesat menyesatkan yang menghantui kaum muslimin saat ini adalah paham ‘Sepilis’ (sekularisme, pluralisme, liberalisme), ia menjadi senjata invasi pemikiran dan tsaqafah Barat ke negeri-negeri kaum muslimin, dan kaum muslimin pun pada umumnya sudah menyadari betul bahaya pemahaman ini, namun di antara pemahaman sesat menyesatkan yang dianggap biasa dan itu sangat berbahaya adalah pemahaman tentang Demokrasi. Bagaimana tidak berbahaya? Padahal racun pemikiran itu bagaikan racun ular berbisa yang mengalir dalam darah dan cepat merusak jaringan dan organ tubuh manusia hingga menyebabkan kematiannya, atau setidaknya kelumpuhan. Benar apa yang disampaikan Abu Sayf Khalil al-‘Abidi al-‘Iraqi: “Sungguh pada akhir abad ke-19, khususnya paska runtuhnya Daulah ’Utsmaniyyah, umat islam diserbu pemahaman-pemahaman sesat dan keyakinan-keyakinan batil yang menyusup ke dalam Din kita yang lurus, menyelisi

Hakikat & Hukum Perayaan Tahun Baru Masehi dalam Pandangan Islam

Fireworks in Mexico City at the stroke of midnight on New Year's Day, 2013 (https://en.wikipedia.org) Oleh: Irfan Abu Naveed P enting untuk disadari! Salah satu fitnah dari ketiadaan al-Khalifah yang menegakkan hukum al-Qur’an dan al-Sunnah dalam Sistem Islam, al-Khilafah, adalah tegaknya kemaksiatan yang dianggap biasa yang menimpa kaum muslimin, hal itu karena sistem rusak Demokrasi kini dengan akidah sekularisme yang melandasinya dan prinsip kebebasan yang menyokongnya merupakan lingkungan yang subur untuk kemaksiatan. Salah satunya euphoria sebagian kaum muslimin dalam perayaan tahun baru masehi. Pertama, Sejarah Tahun Baru Masehi Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astro