Skip to main content

Alamat Kajian & Terapi Ruqyah Syar'iyyah Irfan Abu Naveed M.Pd.I


Irfan Abu Naveed, M.Pd.I 
:: Praktisi & Pembina Ruqyah Syar'iyyah, Penulis Buku Menyingkap Jin dan Dukun Hitam Putih Indonesia

AGENDA RUQYAH:
1- Datang ke tempat ruqyah TIDAK MENDADAK, mesti buat janji agenda ruqyahnya dulu (karena peruqyah tidak stand by di tempat, tinggal di kompleks ustadz STIBA Ar-Raayah Cikembang, Kab. Sukabumi).
2- Via SMS/WA dahulu sebutkan nama, inti permasalahan ke no: 0858 6183 3427. (TIDAK VIA TELPHON)

Alamat Terapi Ruqyah Syar'iyyah:

CIANJUR:

Majelis Ta'lim ash-Shalihun, Pamoyanan, Kab. Cianjur.

Alamat Lebih Lengkap WA/SMS: 0858 6183 3427. (TIDAK VIA TELPHON)


CATATAN:

  • Agenda ruqyah harus buat janji terlebih dahulu, tidak mendadak.
  • Bagi akhwat harus datang dengan mahram dan membawa mukena, berpakaian syar'i bagi muslimah dan tidak boleh bertabarruj (make up tebal dsb).
  • Disarankan membawa air kemasan (untuk air ruqyah), tisu (persiapan jika muntah) dan kantung kresek.

KONTAK KAJIAN RUQYAH SYAR'IYYAH:
Untuk kontak kajian ruqyah syar'iyyah dan praktik ruqyah massal, kontak via SMS dahulu sebutkan nama dan maksud, ke no: 0858 6183 3427 

Info Seputar Kajian Ruqyah & Persoalan Akidah (Ideologis dan Praktis):

Bertolak dari pentingnya kajian persoalan akidah dari sudut pandang ideologis, sekaligus sebagai uslub dakwah ideologis, mencakup materi:

1- Meluruskan syubhat seputar sihir dan perdukunan
2- Meluruskan khurafat seputar alam jin. 
3- Kajian solusi ideologis mengatasi permasalahan sistemik kapitalisme dan komersialisasi perdukunan dan dunia ghaib
4- Kajian solusi praktis teori dan praktik ruqyah syar'iyyah mencakup ruqyah mandiri, orang lain (keluarga, masyarakat) dan tempat serta benda.
5- Praktik ruqyah "massal" atau terbatas.

Alhamdulillah, dari pengalaman di lapangan, antusiasme masyarakat terhadap kajian seperti ini sangat bagus sebagai uslub dakwah penyadaran masyarakat, ditandai dengan kehadiran dan banyaknya pertanyaan di forum.

Kajian al-faqir dan Tim G-Syirah (tim peruqyah syabab):

Irfan Abu Naveed Al-Atsari, M.Pd.I

Usman Abu Fikry

Info Ma'had Du'at al-Furqan (Lembaga Pembinaan ilmu Keislaman, Ruqyah & Terapi Eks Perdukunan):

Link: Info Lembaga Pembinaan

Comments

Popular posts from this blog

Soal Jawab Mengenai Adopsi Penemuan Barat, Epistemologi Islam & Barat

Pertanyaan Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jelaskan apa yang dimaksud dekonstruksi epistemologi Islam dan apakah hal ini diperlukan masyarakat muslim hari ini? Apa yang anda pahami tentang epistemologi Barat dan apakah ada titik temu antara epistemologi Barat dan epistemologi Islam? Jawaban Soal Ke-1:   Bagaimana seorang muslim merespon temuan-temuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris? Jawaban Penemuan-penemuan Barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang berbasis empiris, semisal ilmu teknologi, boleh kita adopsi. Hal itu sebagaimana dijelaskan para ulama, di antaranya al-‘Allamah Taqiyuddin bin Ibrahim (w. 1977) dalam kitab Nizhâm al-Islâm, bab. Al-Hadhaarah al-Islaamiyyah. Ilmu pengetahuan yang berbasis empiris misalnya ilmu penyerbukan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik  - radhiyaLl â hu 'anhu - : أَنّ النَّبِيَّ  -صل

Soal Jawab Lam al-Ta'lil & Lam al-'Aqibah dalam Ayat-Ayat al-Qur'an

[Kajian Bahasa Arab] Soal السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Ustadz, pada materi terakhir, disebutkan لام التعليل , di kitab lain ana jumpai menggunakan istilah لام كي ، di kitab i'robul qur'an, dii'rob dengan لام العاقبة Pada ayat, فالتقطه ءال فرعون ليكون لهم عدوا و حزنا... القصص:٨ Ini ketiganya statusnya sama kan Ustadz?. Atau ada perbedaan dalam istilah tersebut? Jawaban وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته Ada perbedaan terperinci terkait dua istilah: 1- Lam al-Ta'lil ( لام التعليل ), diistilahkan pula لامُ كي , artinya ini semakna. 2. Lam al-'Aqibah ( لام العاقبةِ ). Dalam kitab Jami' al-Durus al-'Arabiyyah, Syaikh al-Adib Mushthafa al-Ghalayayni menguraikan sebagai berikut: Pertama, Lam al-Ta'lil ( لام التعليل )/Lam Kay ( لامُ كي ): لامُ كي (وتسمى لامَ التعليل أيضاً، وهي اللام الجارّة، التي يكونُ ما بعدها علةً لما قبلها وسبباً له، فيكون ما قبلها مقصوداً لحصول ما بعدها "Lam kay (dinamakan pula

Koreksi Atas Penafsiran Al-Fitnatu Asyaddu Minal Qatli, Benarkah Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan?

  Oleh: Irfan Abu Naveed D ewasa ini, kita seringkali dihadapkan dengan slogan atau ungkapan yang seakan-akan benar padahal sebaliknya, hingga ungkapan-ungkapan tersebut menjadi trend setter tersendiri khususnya bagi sebagian kaum awwam . Salah satunya adalah ungkapan “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.” Dimana ungkapan ini pun sudah tak asing di telinga kita. Lalu bagaimana pemahaman yang benar? Terlebih jika ungkapan ”fitnah lebih kejam daripada membunuh” biasanya dinukil dari ayat yang agung: {وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ}    “ Dan fitnah lebih berat daripada pembunuhan .” (QS. Al-Baqarah [2]: 191) Kata fitnah kembali diulang pada ayat setelahnya: {وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ} “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kam