Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2015

Kesesatan Sekularisme dalam Penjelasan Dr. Samih 'Athif al-Zayn

KESESATAN SEKULARISME (ASAS DEMOKRASI) & PERTENTANGANNYA DENGAN PRINSIP ISLAM: AL-DIN WAD-DAWLAH  Pernyataan Syaikh Dr. Samih 'Athif al-Zayn Mutarjim: Irfan Abu Naveed "Adapun slogan pemisahan agama dari negara, sesungguhnya slogan ini hanya 'sesuai' untuk Dunia Barat yang merumuskan berbagai pandangan dan sistem peraturan yang menjadi tujuan mereka, yakni untuk menyelesaikan berbagai perbedaan pandangan antara pihak gereja dan penguasa, dan menghentikan perselisihan keduanya di tangan raja. Hal ini tidak pantas bagi kaum muslimin dengan alasan apapun, karena agama mereka adalah Islam dan negara mereka tidak boleh tegak kecuali di atas asas Islam, maka tidak boleh memisahkan antara Islam sebagai agama dan Negara Islam sebagai kekuasaan. Baik tegaknya pemerintahan di atas asas Islam maupun wajib adanya Negara Islamiyyah . Dan mustahil kaum muslimin bisa hidup seperti kaum muslimin tanpa negara yang dinaungi Islam, namun eksistensi dan keberadaan mere

Sekilas Mengenai Candaan dalam Dialog Keluarga atau Pengajian

Dialog dalam keluarga, yakni dialog hangat yang diselingi canda yang tidak mengandung dusta serta dalam rangka memudahkan sampainya pelajaran itu boleh dilakukan, termasuk dalam pengajian disesuaikan dengan kondisi dan tempatnya. Jika kita telusuri hadits-hadits Rasulullah -shallallâhu 'alayhi wa sallam- , kita akan menemukan bahwa beliau  -shallallâhu 'alayhi wa sallam-  terkadang menyampaikan pelajaran dengan sedikit candaan namun tidak mengandung apapun kecuali kebenaran, tidak ada kedustaan di dalamnya. Hal itu misalnya tergambar dalam dialog antara Rasulullah  -shallallâhu 'alayhi wa sallam-  dengan seseorang yang sudah tua yang bertanya mengenai surga, seperti disebutkan al-Mubarakfuri (w. 1353 H) dalam Tuhfatu al-Ahwadzi, bahwa tidak ada orang tua yang masuk surga (لَا تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَجُوزٌ), dengan maksud bahwa semua orang yang masuk surga akan kembali muda belia. Candaan yang benar, sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: ”Para saha

Alamat Kajian & Terapi Ruqyah Syar'iyyah Irfan Abu Naveed M.Pd.I

Irfan Abu Naveed, M.Pd.I  :: Praktisi & Pembina Ruqyah Syar'iyyah, Penulis Buku Menyingkap Jin dan Dukun Hitam Putih Indonesia AGENDA RUQYAH: 1- Datang ke tempat ruqyah TIDAK MENDADAK, mesti buat janji agenda ruqyahnya dulu (karena peruqyah tidak stand by di tempat, tinggal di kompleks ustadz STIBA Ar-Raayah Cikembang, Kab. Sukabumi). 2- Via SMS/WA dahulu sebutkan nama, inti permasalahan ke no: 0858 6183 3427. (TIDAK VIA TELPHON) Alamat Terapi Ruqyah Syar'iyyah: CIANJUR: Majelis Ta'lim ash-Shalihun, Pamoyanan, Kab. Cianjur. Alamat Lebih Lengkap WA/SMS:  0858 6183 3427. (TIDAK VIA TELPHON) CATATAN: Agenda ruqyah harus buat janji terlebih dahulu, tidak mendadak. Bagi akhwat harus datang dengan mahram dan membawa mukena, berpakaian syar'i bagi muslimah dan tidak boleh bertabarruj (make up tebal dsb). Disarankan membawa air kemasan (untuk air ruqyah), tisu (persiapan jika muntah) dan kantung kresek. KONTAK KAJIAN RUQYAH SYAR'IYYA

Keharaman Uang Transaksi di Antara Pelacur, Pelanggan dan Germo

Dalam Islam, baik pelacur maupun pelanggannya, termasuk germonya wajib dikenakan sanksi karena sama-sama berserikat dalam kemaksiatan.  Keharaman uang yang diterima oleh sang pelacur pun termasuk ke dalam hadits ini: Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Mas’ud al-Anshari bahwa Rasûlullâh -shallaLLaahu 'alayhi wa sallam- melarang harga anjing, upah bagi pelacur dan upah bagi tukang ramal (dukun): نَهَى النَّبِيُّ  عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ "Nabi -shallaLLaahu 'alayhi wa sallam- melarang upah dari hasil penjualan anjing, upah pelacuran dan upah dari perdukunan." (HR. al-Bukhârî, Muslim, al-Tirmidzi & Abu Dawud) Rasûlullâh -shallaLLaahu 'alayhi wa sallam- melarangnya karena ia adalah upah yang diambil dengan jalan yang batil yakni berzina, sehingga jelas diharamkan Islam, di sisi lain keharaman zina pun didasari dalil-dalil qath'iyyah. Uang yang dikeluarkan oleh sang pelanggan lelaki hi

Perumpamaan Luar Biasa: Orang-Orang yang Lebih Sesat Daripada Binatang Ternak

Allah 'Azza wa Jalla berfirman: وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.”   (QS. Al-A’râf [7]: 179) Menafsirkan ayat ini yang agung ini, al-Hafizh Abu Ja’far al-Thabari (w. 310 H) menuturkan: (أولئك كالأنعام)، هؤلاء الذين ذرأهم لجهنم، هم كالأنعام، وهي البهائم التي لا تفقه ما يقال

Konversi Tanggal Hijriah atau Masehi

Hijriah ke Masehi: Tanggal:     Bulan:     Muharram   Safar   Rabbiul Awal   Rabbiul Akhir   Jumadil Awal   Jumadil Akhir   Rajab   Sya'ban   Ramadhan   Syawal   Dzulqaidah   Dzulhijjah     Tahun:     Masehi ke Hijriah Tanggal:     Bulan:     Januari   Februari   Maret   April   Mei   Juni   Juli   Agustus   September   Oktober   November   Desember     Tahun:     Sumber

Tips Jitu Meruqyah Tempat (Rumah, Tempat Usaha, Kantor, Sekolah, Kamar Pengantin, -)

Oleh: Irfan Abu Naveed (Penulis Buku Jin & Dukun Hitam Putih Indonesia) Dalam kehidupan di bawah naungan sistem rusak Demokrasi saat ini, tak sedikit kaum awam yang terkelabui dengan beragam penampilan dukun. Tak jarang di antaranya temuan saya: semisal kasus “menjaga” rumah atau bangunan baru dengan cara mistis: menyembelih kerbau lalu kepalanya ditanam di pondasi rumah sebagai sesaji atau dengan memercikkan darah binatang sembelihan di dinding atau sudut rumah, atau menggunakan “apel jin” dengan biaya jutaan. Itu bukan cara syar’i dan jelas kebatilannya, kerugiannya mencakup rugi dunia dan akhirat; konsekuensi dosa dan harta mubadzdzir yang tak sedikit harus dikeluarkan,  wal ‘iyaadzu biLlaah . Padahal Islam punya solusi syar'i berpahala, ringan dan jitu in sya Allah: Dalil-Dalil Meruqyah Tempat Ruqyah tempat Ini mencakup rumah, kamar pengantin, tempat usaha, dan lainnya. Tentang ruqyah, dalam kitab Fatawa al-Azhar, para ulama menjelaskan: ا